Bisnis aviasi. Foto : MI.
Bisnis aviasi. Foto : MI.

GE Indonesia: Bisnis Aviasi Masih akan Meroket

Ekonomi bisnis maskapai Penerbangan pandemi covid-19
Suci Sedya Utami • 21 Juli 2021 18:23
Jakarta: General Electric (GE) Indonesia percaya sektor penerbangan akan kembali meningkat ke depannya dan berdampak positif bagi bisnis aviasi perusahaan multinasional teknologi dan jasa asal Amerika Serikat itu.
 
Direktur Pengembangan Pasar GE Indonesia Arka W Wiriadidjaja mengakui saat ini dunia penerbangan tengah mengalami tekanan yang tinggi akibat badai pandemi covid-19. Pandemi membuat sektor penerbangan menukik tajam termasuk juga berdampak pada bisnis GE yang memproduksi mesin pesawat.
 
"Tentu kalau dibandingkan dengan pra-pandemi pasti drop sesuai data, karena pandemi ada beberapa pengurangan (demand)," kata Arka dalam wawancara khusus dengan Medcom.id, Rabu, 21 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, kata Arka, sektor ni akan kembali pulih secepatnya. Ia mengatakan sektor penerbangan di Amerika Serikat, sebagai negara asal perusahaan ini kini sudah mulai terangkat kembali. Di Indonesia pun demikian, menurut dirinya bisnis aviasi di tanah air tertolong karena penerbangan domestik yang masih lumayan kuat.
 
"Tapi kita percaya ini akan tetap taking up, karena orang tetap harus bekerja, tetap harus travel, logistik juga tetap harus jalan," jelas dia.
 
Senada dengan proyeksi Arka, Lembaga pemeringkat Moody's Investors Service pun telah merevisi prospek industri penerbangan global menjadi positif dari negatif. Industri tersebut diprediksi pulih dalam waktu 12-18 bulan ke depan.
 
Pemulihan kuat dalam bisnis penerbangan juga tercermin dari permintaan perjalanan domestik di Amerika Serikat (AS), yang dimulai pada Maret lalu. Saat musim panas, kapasitas domestik yang dioperasikan delapan maskapai penerbangan AS yang memperoleh pemeringkatan dari Moody's, yakni mencapai 80 persen.
 
Adapun jadwal domestik dari beberapa maskapai penerbangan bertarif rendah AS juga diperkirakan melebihi 100 persen dari periode 2019. "Pemulihan dengan masyarakat bepergian akan meningkatkan permintaan yang luar biasa. Dalam hal ini, untuk terbang mengunjungi teman dan kerabat, serta liburan," papar Moody's Senior Vice President Jonathan Root.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif