Ilustrasi gurita. Foto: AFP/Loic Venance.
Ilustrasi gurita. Foto: AFP/Loic Venance.

BUMN Perinus Ekspor Gurita Rp1,03 Miliar ke Jepang

Ekonomi BUMN Ekspor rni indonesia-jepang Perinus
Antara • 07 Juni 2021 08:21
Jakarta: PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI sebagai calon induk holding BUMN pangan mengungkapkan BUMN Perikanan Nusantara (Perinus) melakukan ekspor gurita ke Jepang senilai Rp1,03 miliar.
 
"Minggu ini Perinus melakukan ekspor gurita ke Jepang, setelah pekan sebelumnya Perikanan Indonesia (Perindo) melakukan ekspor ikan kembung dalam rangka memenuhi pesanan dari Thailand," ujar Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi dalam keterangan tertulisnya, dilansir dari Antara, Senin, 7 Juni 2021.
 
Arief mengatakan ekspor Perinus yang berlangsung 4 Juni 2021 ini berupa gurita beku sebanyak 12.192,4 kilogram (kg) dengan total transaksi senilai Rp1,03 miliar. Hasil tangkapan yang diekspor dari mitra-mitra nelayan Perinus Cabang Makassar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Perindo telah merealisasikan ekspor ikan ke Thailand untuk sesi pertama sebanyak volume 25 ribu kg dan akan dilanjutkan tiga sesi ekspor berikutnya yaitu 50 ribu kg, 50 ribu kg, 25 ribu kg, hingga memenuhi permintaan sebanyak 150 ribu kg ke Thailand dengan estimasi total valuasi transaksi ekspor pada empat sesi tersebut sebesar Rp4,59 miliar.
 
Semester pertama 2021 ini Perinus telah berupaya berkontribusi mengoptimalkan model bisnis perseroan melalui realisasi tiga kali kegiatan ekspor perikanan dalam rangka memenuhi permintaan pembeli atau buyer di Jepang, di antaranya Februari, April, dan Juni 2021.
 
Sementara itu Perindo juga kerap optimalkan ekspor perikanan, meski kondisi pandemi pun data penjualan ekspor Perindo tercatat aktif memenuhi permintaan bahan baku ikan untuk pasar ekspor sejak Januari 2021.
 
Arief menilai kegiatan ekspor perikanan ini merupakan upaya-upaya perbaikan model bisnis sebagai langkah awal menuju penggabungan BUMN Perikanan.
 
"Ke depan memang salah satu rencana model bisnis BUMN Perikanan yang akan dimerger adalah dengan mengoptimalkan offtake produk nelayan sekaligus meningkatkan pasar ekspor, oleh karenanya sambil paralel proses penggabungannya, kinerja operasional tetap dimaksimalkan," jelasnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif