Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin. Foto : MI/Adam.
Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin. Foto : MI/Adam.

Pendidikan Ekonomi Syariah Harus Lebih Inovatif

Ekonomi ekonomi syariah
Annisa ayu artanti • 13 Mei 2020 15:03
Jakarta: Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin menilai pendidikan ekonomi dan syariah di Indonesia harus lebih inovatif sejalan dengan kemajuan teknologi dan perkembangan ekonomi konvensional.
 
"Penyelenggaraan pendidikan ekonomi syariah harus semakin inovatif, mengikuti perkembangan teknologi dan dinamis meskipun tetap mengutamakan prinsip–prinsip utama dalam ekonomi dan keuangan syariah," katanya dalam Pembukaan Talkshow 'Peluang dan Tantangan Pendidikan Jarak Jauh Program Studi Ekonomi Syariah', Rabu, 13 Mei 2020.
 
Ma'ruf menyampaikan pendidikan ekonomi syariah harus menanamkan visi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sebuah pilihan rasional bagi masyarakat. Sebab ekonomi syariah juga memberikan manfaat dan nilai tambah yang lebih baik dalam menjalankan aktivitas harian termasuk aktivitas ekonomi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sebagai sebuah pilihan yang rasional, aktivitas ekonomi dan keuangan syariah dapat menjadi gaya hidup bagi semua orang. Sehingga, ekonomi dan keuangan syariah bukan merupakan hal yang eksklusif, tapi menjadikannya inklusif dan bersifat universal sesuai dengan prinsip Rahmatan lil' Alamin,” jelasnya.
 
Di sisi lain, Ma'ruf juga menganalogikan prinsip ekonomi syariah layaknya makanan halal. Menurutnya, makanan yang bersertifikat halal seharusnya dipilih oleh seluruh masyarakat bukan hanya karena kehalalannya saja, tetapi karena makanan tersebut merupakan makanan yang berkualitas, enak rasanya, sehat, bergizi, dan thoyyib (baik).
 
Ia pun berharap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dapat berjalan beriringan dengan perkembangan ekonomi dan keuangan konvensial.
 
"Sebagai negara yang menganut dual economic system, dual banking system, dual financial system, ekonomi syariah dan konvensional harus saling bersinergi dan tidak dibenturkan satu dengan yang lain," imbuhnya
 
Di samping itu, lanjutnya, program studi ekonomi syariah harus dapat menerjemahkan kaidah-kaidah fiqih syariah. Sehingga, ilmu tersebut dapat diimplementasikan dalam praktik keuangan syariah sehari-hari, seperti penggunaan kaidah pemisahan yang halal dan haram.
 
"Dalam kaidah tersebut, harta atau uang dalam perspektif fiqih bukanlah benda haram karena zatnya tapi bisa menjadi haram karena cara memperolehnya yang tidak sesuai syariah. Dengan kaidah tersebut dipisahkan mana yang diperoleh dengan cara halal dan mana yang non halal. Dana yang halal dapat diakui sebagai penghasilan sah, sedangkan dana non-halal harus dipisahkan dan dialokasikan untuk kepentingan umum," tukasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif