Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami

Erick Bantah Pegawai BUMN Mulai Ngantor 25 Mei

Ekonomi bumn Erick Thohir virus corona New Normal
Suci Sedya Utami • 19 Mei 2020 10:13
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi atensi publik mengenai rencana kembali berkantornya karyawan BUMN. Namun Erick ingin meluruskan adanya salah persepsi mengenai hal tersebut.
 
Erick mengklarifikasi persepsi mengenai isi Surat Edaran yang ia keluarkan yang diartikan banyak pihak sebagai mulai masuknya para pegawai BUMN ke kantor masing-masing pada 25 Mei 2020. Ia bilang kembalinya para karyawan untuk masuk kantor tetap harus menunggu instruksi dari pemerintah, dalam hal ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan.
 
"Dalam surat edaran untuk internal BUMN jelas disampaikan bahwa tanggal pasti akan kembali berkantornya mayoritas karyawan BUMN menunggu keputusan umum pemerintah terkait pandemi covid-19, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dan juga libur Lebaran sesuai keputusan Pemerintah. Namun, untuk BUMN yang langsung melayani masyarakat dan tidak bisa dihentikan pelayanannya seperti PLN, telekomunikasi, Pertamina, dan lain-lain tetap bekerja sesuai dengan ketetapan yang berlaku," kata Erick dalam keterangan resmi, Selasa, 19 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Erick, tanggal 25 merupakan arahan agar tiap unit usaha BUMN merampungkan prosedur dan standar operasional atau protokol perusahaan selama masa pemulihan yang akan disosialisasikan pada karyawan. Artinya tanggal tersebut bukan jadwal masuk kembali ke kantor.
 
"Namun tentu begitu keputusan (pemerintah) itu keluar, kami semua di BUMN harus siap segera. Sebagai bagian persiapan itu tanggal 25, perusahaan menyampaikan panduan masing-masing kepada seluruh karyawannya," kata Erick.
 
Menurut dirinya pada masa pemulihan yang banyak disebut sebagai the new normal itu, ada tren perubahan sosial, lingkungan, dan bisnis. Pada era baru tersebut, interaksi fisik akan semakin terbatas. Sebaliknya interaksi digital yang selama masa work from home (wfh) menjadi opsi utama dalam kegiatan masyarakat, diprediksi akan tetap bertahan.
 
"Karena itu butuh strategi kontigensi yang menyesuaikan dengan kondisi sosial, ekonomi, budaya, maupun lingkungan," jelas dia.
 
Lebih lanjut, segala opsi masih dikaji secara mendalam oleh seluruh pihak. Waktu definitif terkait tahapan pelaksanaan pemulihan pascacovid di BUMN juga masih menunggu resmi pemerintah.
 
Diberitakan sebelumnya, mengutip surat edaran tersebut, Minggu, 17 Mei 2020, per 25 Mei 2020 seluruh perusahaan BUMN harus mengikuti dan menjalankan tahapan new normal.
 
Seluruh pegawai BUMN harus masuk dan mengikuti protokol perlindungan seperti social distancing dan penggunaan masker serta menjaga kebersihan.
 
Untuk karyawan yang berumur kurang dari 45 tahun diwajibkan untuk masuk. Sementara untuk karyawan yang berumur lebih dari 45 tahun diterapkan kebijakan kerja dari rumah (work from home). Perusahaan juga diminta selalu memantau kondisi karyawan dan menangani karyawan yang terdampak.
 
Adapun untuk sektor industri dan jasa, berdasarkan surat tersebut juga kembali dibuka per 25 Mei 2020. Namun operasional sektor tersebut masih terbatas, seperti membuka cabang secara terbatas dengan pengaturan jam masuk, batasan kapasitas pembukaan pabrik, pengolahan, pembangkit, dan hotel dengan sistem shifting dan pembatasan jumlah karyawan yang masuk
 
Sementara untuk mal belum boleh buka dan orang masih dilarang berkumpul. Sedangkan untuk sektor kesehatan diberlakukan operasional penuh sesuai kapasitas dan sistem kesehatan.

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif