Ilustrasi. Foto: dok. Pupuk Indonesia
Ilustrasi. Foto: dok. Pupuk Indonesia

Kementerian BUMN Dorong Pupuk Indonesia Genjot Produksi

Ekonomi pupuk kementerian bumn virus corona
Husen Miftahudin • 07 Mei 2020 11:54
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai Holding BUMN pupuk untuk menggenjot produksi. Hal ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani menjelang musim tanam pada Mei hingga Juni.
 
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan pihaknya meminta agar kegiatan produksi dan distribusi pupuk oleh Pupuk Indonesia bersama anak perusahaannya tetap berjalan lancar agar mampu menjaga ketahanan pangan nasional di tengah wabah pandemi virus korona (covid-19).
 
"Pupuk Indonesia dan semua anak usahanya harus menjamin ketersediaan pupuk. Dengan ketersediaan pupuk tersebut membuat petani tetap bisa bercocok tanam," ujar Arya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, penting bagi BUMN untuk menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi agar petani tetap produktif menghasilkan pangan. Sebab kelancaran distribusi dan ketersediaan pupuk bersubsidi berperan dalam mewujudkan ketahanan pangan di masa pandemi.
 
"Kelancaran produksi dan distribusi pupuk bisa membuat ketahanan pangan di tengah pandemi terbantu. Makanya kita dorong Pupuk Indonesia agar tetap bisa berproduksi dan mendistribusikan pupuk ke petani dengan baik," ucap Arya.
 
Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat menjamin ketersediaan stok pupuk cukup untuk dua pekan kebutuhan atau sekitar 285.096 ton. Adapun stok pupuk bersubsidi yang disiapkan hingga Lini IV atau di level kios sebesar 1,27 juta ton.
 
Berdasarkan stok pupuk bersubsidi nasional per 4 Mei 2020, stok yang tersedia di Lini II hingga Lini IV yakni terdiri dari pupuk urea sebanyak 719.532 ton, NPK sebanyak 273.550 ton, SP-36 sebanyak 93.711 ton, ZA sebanyak 132.264 ton, dan Organik 51.1179 ton.
 
Sementara itu, produksi pupuk sepanjang kuartal I-2020 sebanyak 3,1 juta ton atau naik 14,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,6 juta ton. Total produksi tersebut terdiri dari 2.070.140 ton urea, 688.196 ton NPK, 132.473 ton SP-36, 212.262 ton ZA, dan 1.270 ton ZK.
 
"Peningkatan volume produksi salah satunya juga disebabkan pengoperasian pabrik Amurea II yang mulai komersil sejak Agustus 2018," jelas Aas.
 
Aas menegaskan produksi Pupuk Indonesia diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasokan pupuk dalam negeri, khususnya kebutuhan untuk sektor tanaman pangan. "Bila kebutuhan untuk subsidi dan sektor pangan dalam negeri sudah terpenuhi dan stoknya dipastikan aman, baru kita akan menjual hasil produksi ke sektor komersil maupun ekspor," pungkas dia.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif