Pemerintah RI diminta menyerap produk dalam negeri di tengah lesunya pasar ekspor dampak dari resesi. Foto: Antara/Galih Pradipta
Pemerintah RI diminta menyerap produk dalam negeri di tengah lesunya pasar ekspor dampak dari resesi. Foto: Antara/Galih Pradipta

Resesi Ekonomi Perlu Diantisipasi dengan Serapan Domestik

Ekonomi Ekonomi Indonesia Krisis Ekonomi
Ilham wibowo • 05 Agustus 2020 10:17
Jakarta: Perekonomian Indonesia masih punya peluang untuk bertahan dihadapkan dengan resesi ekonomi yang telah terjadi di negara besar. Langkah yang mesti diperkuat yakni serapan pasar domestik.
 
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan bahwa hambatan kinerja ekspor RI ke negara yang mengalami resesi perlu diantisipasi dengan terus memperluas serapan domestik. Langkah ini bisa dikontrol pemerintah melalui upaya peningkatan daya beli masyarakat.
 
"Kita harus pula melihat permintaan di dalam negri yang harus dibuat pemeritah," kata Shinta kepada Medcom.id, Rabu, 5 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya itu, anggaran belanja pemerintah pada 2020 juga perlu segera direalisasikan untuk mendorong pergerakan ekonomi secara nasional. Menurut Shinta, implemetasi belanja pemerintah akan berdampak pada perbaikan kinerja industri manufaktur.
 
"Meningkatkan daya beli masyarakat maupun peningkatan belanja pemerintah, kuncinya ada di belanja pemeritah juga yang harus ditingkatkan," tuturnya.
 
Shinta menambahkan bahwa sejauh ini industri manufaktur di Tanah Air terus melaju di tengah tekanan dampak pandemi covid-19. Geliat ini terlihat dari Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia yang pada Juli 2020 berada di level 46,9 atau naik dibandingkan bulan sebelumnya yang menempati posisi 39,1.
 
"Saya rasa sangat positif PMI sudah meningkat, memang setelah relaksasi PSBB aktivitas ekonomi sudah meningkat dan PMI sudah mulai membaik. Pemulihan memang tidak bisa langsung seperti sebelum pandemi. Kita masih perlu terus dorong dengan creating demand," paparnya.
 
Peningkatan serapan produk manufaktur juga bisa diperkuat dengan inovasi diversifikasi produk yang paling banyak dibutuhkan dan digunakan selama pandemi covid-19. Misalnya industri tekstil dan produk tekstil (TPT), kini sudah banyak yang beralih membuat alat pelindung diri (APD).
 
"Banyak sektor TPT yang mulai diversifikasi produk ke APD dan saya rasa baik sekali ada inovasi selama covid-19 yang bisa bantu dari sisi peningkatan penjualan. Dengan sendirinya manufaktur bisa terbantu dengan inovasi dan diversifikasi produk bagi yang memungkinkan," pungkasnya.
 
(DEV)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif