Jalan Tol. Foto : MI/Ramdani.
Jalan Tol. Foto : MI/Ramdani.

Hutama Karya Masih Butuh Rp386 Triliun untuk Bangun Tol Trans Sumatra

Ekonomi jalan tol hutama karya trans sumatera
Suci Sedya Utami • 12 Juli 2020 10:03
Jakarta: PT Hutama Karya (Persero) menyatakan masih membutuhkan dana sebesar Rp386 triliun untuk membangun jalan tol Trans Sumatra.
 
Direktur Keuangan Hutama Karya Hilda Savitri mengatakan total dana atau investasi yang dibutuhkan perseroan untuk membangun 2.769 kilometer (KM) tol Trans Sumatra sebesar Rp478 triliun. Hingga saat ini yang telah terpenuhi atau terserap sebesar Rp90 triliun.
 
Ia menyebutkan besaran tersebut berasal dari Rp55 triliun ekuitas dan Rp35 triliun merupakan pinjaman yang didapatkan dari perbankan ataupun melalui penerbitan global bond. "Sehingga total sisa kebutuhan untuk menyelesaikan 2.769 KM adalah Rp386 triliun," kata Hilda dalam webinar, Sabtu, 11 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hilda mengatakan dari dana yang dibutuhkan, sebesar Rp19,1 triliun diberikan oleh pemerintah dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN) yang telah dicairkan sepanjang 2015 hingga 2020 tahap I. Dengan adanya PMN tersebut, bisa meningkatkan ekuitas Rp54,6 triliun.
 
Selain itu berbagai macam alternatif pembiayaan juga dilakukan untuk membantu pendanaan proyek prestisius tersebut misalnya saja melalui sekuritisasi aset yang diberikan pada perseroan untuk mengelola ruas tol JORR S dan juga akses Tanjung Priok yang mendatangkan pemasukan. Perusahaan karya pelat merah ini juga telah menerbitkan obligasi sebesar Rp11 triliun untuk pembangunan proyek tersebut.
 
"Kami juga berhasil mendapatkan pinjaman sebesar Rp34,7 triliun, salah satunya berasal dari global bond USD600 juta," ujar Hilda.
 
Selain itu ada juga dukungan konstruksi untuk 130 KM senilai Rp16 triliun yang diambil dari konsesi jalan tol Trans Jawa. Kemudian, kata Hilda, ada juga melalui viability gap fund (VGF), penerbitan global medium terms notes (GMTN), fasilitas cash deficiency support, value capture, assets recycle, long term contract financing serta skema limited concession.

 
(SAW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif