Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto : Medcom.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto : Medcom.

Pemerintah Bakal Tambah Bantuan untuk Pekerja Honorer

Ekonomi dana bantuan tenaga honorer
Eko Nordiansyah • 14 September 2020 14:56
Jakarta: Pemerintah saat ini tengah mengkaji program bantuan untuk tenaga kerja honorer. Saat ini baru sebagian dari tenaga honorer yang telah mendapatkan subsidi upah melalui data dari BPJamsostek.
 
"Sehingga dengan demikian ini akan diarahkan untuk seluruh tenaga honorer. Ini akan kami siapkan apakah itu program atau detailnya," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam video conference di Jakarta, Senin, 14 September 2020.
 
Airlangga menambahkan rencana ini sudah mendapat lampu hijau dari Presiden Joko Widodo. Menurut dia, Presiden sudah meminta kepada Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk melakukan pendalaman terkait bantuan bagi tenaga honorer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini pemerintah akan melakukan kajian di mana tenaga honorer juga akan diberikan bantuan. Karena sebagian kecil tenaga honorer ini ada yang sudah dapat bantuan melalui data di BPJamsostek," ungkapnya.
 
Hingga 10 September 2020, menurut data Kementerian Ketenagakerjaan realisasi penyaluran subsidi upah telah dilakukan kepada 5.248.226 pekerja atau 95,4 persen dari total 5,5 juta orang penerima di tahap I dan II.
 
Rinciannya, realisasi tahap I telah mencapai 2.479.261 orang atau 99,17 persen dari total penerima tahap I sebanyak 2,5 juta orang. Sedangkan tahap II telah mencapai 2.768.965 orang atau 92,30 persen dari total penerima tahap II sebanyak tiga juta orang.
 
Bukan hanya itu, Presiden Jokowi juga meminta Komite untuk meninjau pelaksanaan kartu prakerja. Bahkan Presiden meminta Komite agar membahas soal kartu prakerja bersama dengan Kementerian Keuangan.
 
"Dilihat potensi-potensi yang ada, karena banyaknya tenaga kerja informal yang terdampak dan kartu prakerja sendiri per hari ini sudah 3,8 juta, artinya per September (target) 5,6 juta yang direncanakan akan tercapai," pungkasnya.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif