Salah satu produk berbasis eucalyptus buatan Balitbangtan. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
Salah satu produk berbasis eucalyptus buatan Balitbangtan. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo

Produk Eucalyptus Kementan Siap Beredar Juli

Ekonomi Kementerian Pertanian Kalung Eucalyptus
Ilham wibowo • 06 Juli 2020 16:13
Jakarta: Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry menyampaikan inovasi antivirus berbasis eucalyptus telah diproduksi massal oleh PT Eagle Indo Pharma (Cap Lang). Produk yang telah mendapat izin Badan POM tersebut siap diedarkan akhir bulan ini.
 
"Untuk inhaler dan roll on produk akan siap akhir Juli, sementara kalung pada Agustus," kata Fadjry dalam konferensi yang disiarkan virtual, Senin, 6 Juli 2020.
 
Fadjry mengatakan bahwa hak paten lisensi teknologi Balitbangtan untuk produk eucalyptus tersebut telah diserahkan kepada Cap Lang untuk diproduksi massal. Balitbangtan sebagai lembaga Pemerintah yang tugasnya di posisi penelitian hanya akan mendapatkan royalti sebagai penemu pertama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kerja sama dengan pabrikan juga ditujukan lantaran kapasitas mesin produksi yang lebih efisien. Sehingga produk yang telah diteliti dan diyakini bisa memberi manfaat untuk kesehatan tubuh itu pun bisa sampai dengan cepat di masyarakat.
 
"Tahapan mendapat izin edar tentunya bergantung pada jenis produk dan klaim yang akan didaftarkan. Karena produk eucalyptus sudah dilisensi oleh PT Eagle Indopharma maka mereka yang mendaftarkan. Intinya semua klaim yang diajukan harus didukung data hasil pengujian," paparnya.
 
Meski akan dipasarkan secara komersial, produk inovasi antivirus berbasis eucalyptus akan berada di rentang harga yang terjangkau masyarakat. Menurut Djufri, hal itu lantaran kehadiran produk eucalyptus ini untuk membantu penanganan darurat pandemi covid-19 dan ketersediaan bahan bakunya di Indonesia cukup melimpah.
 
"Saya sesuai arahan Bapak Mentan, mencoba melakukan sesuatu untuk bangsa dan negara terhadap potensi yang kita miliki," tuturnya.
 
Selain jumlah bahan baku, Fadjry menambahkan minyak eucalyptus juga terpilih sebagai kandidat penawar covid-19 lantaran lebih efektif ketimbang empon-empon. Cara penggunaannya pun cukup dihirup selama 15 menit dan efektif membunuh 80-100 persen virus korona dalam uji laboratorium.
 
"Inovasi antivirus ini kami ambil dari kebiasaan orang tua yang turun temurun menggunakan minyak kutus-kutus untuk ini itu, saya menjustifikasi sehingga masyarakat sudah kenal dan implementasinya bisa cepat," ucap Fadjry.

 

(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif