Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

RUU Ciptaker Jamin Hak Pekerja Kontrak dan Tetap Setara

Ekonomi buruh Omnibus Law
Whisnu Mardiansyah • 01 Oktober 2020 20:29
Jakarta: Pemerintah mengajukan sejumlah subtansi pokok perubahan dalam Undang-Undang 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan di Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja. Perubahan ini terkait pemberian perlindungan terhadap kaum buruh.
 
Staf Ahli Kemenko Perekonomian Elen Setiadi mengatakan, sejumlah subtansi pokok dalam RUU Ciptaker terkait pekerja kontrak atau perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), alih daya atau outsourcing, dan upah minimun. Dalam UU sebelumnya, pekerja kontrak belum diberikan perlindungan yang sama dengan pekerja tetap.
 
Dari itu, dalam RUU Ciptaker, pekerja kontrak diberikan hak dan perlindungan yang sama dengan pekerja tetap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Antara lain upah jaminan sosial, perlindungan K3, termasuk kompensasi hubungan kerja, kami ingin ada kepastian di situ," kata Elen, Kamis, 1 Oktober 2020.
 
Baca: Tahap Perumusan dan Sinkronisasi RUU Ciptaker Mencapai 40 Persen
 
Dalam UU Ketenagakerjaan, lanjut Elen, upah minimum ditangguhkan. Imbasnya, banyak pekerja menerima upah di bawah minimum dan upah minimum tidak bisa diterapkan pada usaha kecil dan mikro.
 
Selain itu, kata Elen, terjadi kesenjangan upah minimum di kabupaten/kota. "Dalam RUU Cipta Kerja, upah minimum tidak ditangguhkan, upah minimum di tingkat provinsi, dan dapat diterapkan upah minimum pada kabupaten kota pada syarat tertentu, dan upah untuk UMKM tersendiri," jelasnya.
 
(AZF)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif