Direktur Utama BGR Logistics M. Kuncoro Wibowo. (Foto: Dok. BGR Logistic)
Direktur Utama BGR Logistics M. Kuncoro Wibowo. (Foto: Dok. BGR Logistic)

BGR Logistic Gelar Webinar Logistik Halal di Tengah Pandemi

Ekonomi produk halal
Gervin Nathaniel Purba • 20 November 2020 18:23
Jakarta: Suatu produk disebutkan halal mengacu pada kriteria syariat Islam. Misalnya, halal zatnya dan halal cara memperolehnya.
 
Pada kriteria halal cara pengolahannya, mensyaratkan adanya proses produk halal yang mencakup rangkaian kegiatan untuk menjamin kehalalan produk, seperti penyediaan barang, pengelolaan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, dan penjualan. Dalam rangkaian kegiatan ini memerlukan suatu sistem rantai pasok yang menjamin kualitas proses produk halal.
 
"Pada prinsipnya halal logistik adalah proses penanganan arus bahan atau produk melalui rantai pasokan (supply chain) yang sesuai dengan standar halal," ujar Ketua PBNU Marsudi Syuhud, dalam webinar Logistik Halal di Tengah Pandemi yang digelar oleh PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) (BGR Logistic), dikutip keterangan tertulis, Jumat, 20 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Marsudi, fokus dari halal berdasar pada pemisahan (segmentation) dan bukan pada deteksi atau kecurigaan semata. Pada posisi ini, logistik halal akan memastikan konsistensi penanganan halal seperti harapan masyarakat muslim dengan mengacu pada UU No 33 Tahun 2014.
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Bachder Djohan Buddin menjelaskan, peran Sucofindo untuk mendukung halal logistik dimulai dari Lembaga Sertifikasi Produk terakreditasi, Lembaga Inspeksi yang terakreditasi, Laboratorium pengujian halal terakreditasi, memiliki Sucofindo centre for Learning & Development (SCLD), memiliki pusat kajian halal, dan memiliki auditor halal yang tersertifikasi BNSP.
 
Proses logistik halal dimulai dari awal bahan baku sampai dengan konsumen, di mana BGR Logistics berperan untuk memastikan kualitas suatu produk dan ketelusuran produk mulai dari awal sampai dengan akhir diterima konsumen.
 
"Perusahaan penyedia jasa logistik halal harus memiliki Sistem Jaminan Halal (SJH) untuk menjamin kualitas kehalalannya," ujar Bachder.
 
Dalam hal ini, peran BGR Logistic dimulai dari penyimpanan, pengemasan, hingga pendistribusian. Logistik halal harus bisa traceable sehingga mudah dilacak. Salah satunya yang dilakukan BGR Logistics adalah melalui aplikasi Warung Pangan, di mana UMKM akan mendapatkan produk yang terjamin kehalalannya.
 
"Logistik halal akan berdasar pada pemisahan (segregation) antara produk halal dengan non halal yang dilakukan dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan penanganan barang, menjaga agar tidak saling terkontaminasi serta memastikan konsistensi penanganan halal logistik sebagaimana harapan para muslim. BGR Logistics menggandeng Sucofindo sebagai badan sertifikasi halal logistik di Indonesia," kata Direktur Utama BGR Logistics M. Kuncoro Wibowo.
 
Aplikasi Warung Pangan yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN dan Kementerian Koperasi & UKM sejak Agustus 2020 akan mendistribusikan pangan mulai dari hulu (petani, peternak, nelayan, serta produk-produk dari BUMN Klaster Pangan) hingga ke hilir (UMKM dan konsumen).

 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif