Start Up. Foto : Mi/Arya Manggala.
Start Up. Foto : Mi/Arya Manggala.

23 Startup Lokal Terlibat dalam Hannover Messe 2021

Ekonomi UMKM Kementerian Perindustrian start up technology
Suci Sedya Utami • 15 April 2021 11:34
Jakarta: Upaya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menumbuhkan startup berbasis teknologi merupakan suatu strategi penerapan Making Indonesia 4.0. Dalam 10 Prioritas Nasional Making Indonesia 4.0, salah satu target yang berusaha diwujudkan adalah memberdayakan UMKM secara maksimal.
 
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih melalui program Startup4Industry yang ditawarkan dalam Hannover Messe 2021, Kemenperin membentuk ekosistem solusi teknologi industri 4.0 serta menjembatani kebutuhan industri dan masyarakat dengan provider teknologi. Menurut Gati, di dalam ekosistem tersebut, startup dan pelaku industri atau investor dapat saling berbagi sumber daya dan terhubung membentuk hub factory sharing.
 
Beberapa program yang dijalankan Kemenperin dalam lingkup Startup4industry antara lain tech link atau temu bisnis antara startup dan pelaku industri. Kemudian, kompetisi implementasi teknologi untuk memberikan dampak pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penggunaan produk maupun jasanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini, kompetisinya sedang berlangsung dengan tema Quick Adoption, Lasting Growth untuk mendorong adopsi teknologi yang cepat dan terus bertumbuh oleh industri, khususnya IKM," kata Gati dalam diskusi "Tech Providers & Startup Indonesia di Panggung Hannover Messe, dilansir dari laman resmi Kemenperin, Kamis, 15 April 2021.
 
Pada Hannover Messe 2021, dari total 63 startup asal Indonesia yang turut mengambil bagian, 23 perusahaan di antaranya merupakan binaan Kemenperin melalui Startup4industry. Terhadap perusahaan-perusahaan tersebut, Gati mengharapkan untuk bisa mendapatkan pasar maupun memperluas jejaring melalui ajang pameran teknologi industri terbesar itu.
 
"Para startup ini telah siap untuk go global. Potensi startup dan provider Indonesia memang harus terus didorong, agar dunia industri yakin akan kemampuan mereka," jelas dia.
 
Dalam diskusi tersebut, juga hadir perusahaan tech provider Tata Sarana Mandiri, serta startup Multi Areal Planning (MAPID) dan PT Mygrowtek Jaya Imajin (IMAJIN) yang merupakan peserta Hannover Messe 2021. TSM merupakan perusahaan berbasis teknologi tinggi yang aktif melakukan riset utamanya pada perangkat telekomunikasi.
 
Salah satu terobosan yang dilakukan oleh TSM adalah meluncurkan Smart QR EDC yang merupakan EDC dual screen pertama di dunia dan memenuhi persyaratan QRIS dari Bank Indonesia. Pihaknya juga berdiskusi dengan Bank Indonesia terkait percepatan implementasi pembayaran nontunai.
 
"Saat ini, dunia sudah bergerak ke era 5G. Kami berkomitmen untuk menjadi perusahaan berbasis teknologi buatan Indonesia," ujar CEO TSM Yovita Bellina.
 
Sementara itu, MAPID merupakan salah satu finalis Startup4industry 2018. Dengan eksposur kepada pasar nasional lewat ajang tersebut, MAPID mendapatkan investor dan telah bekerja sama dengan 20 perusahaan hingga saat ini. MAPID memberikan layanan integrasi data serta redesain location data platform dan location intelligence analytics.
 
Founder & CEO MAPID Bagus Imam Darmawan hingga hari ketiga pelaksanaan Hannover Messe 2021, telah ada beberapa perusahaan yang melakukan pendekatan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai produk MAPID maupun menyatakan keinginan investasi.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif