PT Pos Indonesia (Persero) menjadi penyalur dana program Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos). Foto: MI/Imanuel Antonius
PT Pos Indonesia (Persero) menjadi penyalur dana program Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos). Foto: MI/Imanuel Antonius

PT Pos Sudah Salurkan Rp21,5 Triliun Dana Bantuan Sosial Tunai

Ekonomi pos indonesia bansos
Husen Miftahudin • 26 Oktober 2020 18:25
Jakarta: Sebagai penyalur dana program Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos), PT Pos Indonesia (Persero) telah menyalurkan sebanyak Rp21,5 triliun ke 9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga tahap keenam. Jumlah tersebut setara dengan 96,79 persen.
 
Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan upaya penyaluran dilakukan dengan mengerahkan 16 ribu personel untuk menjangkau masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 di 483 kota, 514 kabupaten, 7.094 kecamatan, dan 83.447 desa di 33 provinsi.
 
"Kami punya 4.500 kantor pos di seluruh Indonesia. Itulah titik-titik di mana kita mengundang (KPM) dan mereka datang (ke kantor pos)," ujar Faizal dalam diskusi virtual Bantuan Sosial Tunai Dukung Masyarakat saat Pandemi, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain bertugas mengirim undangan ke penerima KPM untuk mencairkan bantuan sosial di kantor Pos, ada juga personel yang ditugaskan secara langsung mendatangi wilayah penerima KPM yang jauh dari kantor Pos. Terkait hal ini, PT Pos menugaskan sekitar empat sampai lima personel untuk menyalurkan dana BST ke daerah tersebut.
 
"Kalau daerah itu jauh dari kantor Pos kami, mungkin sekitar lima kilometer dan sebagainya, kita yang datang. Kita koordinasi dengan RT/RW setempat meminta kita yang datang. Petugas datang sebanyak 4-5 orang," paparnya.
 
Sementara bagi penerima KPM yang tinggal di daerah terpencil, disabilitas, hingga lanjut usia, para petugas PT Pos secara langsung mendatangi rumah untuk menyalurkan bantuan tersebut. "Kalau terlalu jauh sekitar 20 kilometer dari kantor Pos dan mereka tidak bisa hadir ke kantor terdekat, kita yang datang (ke rumah-rumah KPM)," tegasnya.
 
Adapun rasio penyaluran dana yang dilakukan secara langsung oleh personel PT Pos ke rumah-rumah warga sebanyak 15 persen. Sementara 75 persen dana BST dicairkan melalui kantor Pos lewat undangan yang diberikan kepada KPM.
 
Bila KPM tersebut diketahui sudah meninggal atau sudah pindah dari kediaman yang tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), maka dana bantuan sosial tersebut akan dikembalikan ke Kemensos untuk selanjutnya diganti dengan data terbaru. Penerima BST yang baru itu kemudian akan menerima dana BST pada periode berikutnya.
 
"Khusus daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) karena kesulitan transportasi, kita akan salurkan dananya tiga bulan sekali secara langsung. Sementara bagi daerah yang bukan 3T akan diberikan satu bulan sekali," tutup Faizal.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif