Ilustrasi nuklir. FOTO: AFP
Ilustrasi nuklir. FOTO: AFP

Kemenristek Dorong Bapeten Optimalkan Pengawasan Penggunaan Tenaga Nuklir

Ekonomi nuklir Teknologi Nuklir
Angga Bratadharma • 27 Oktober 2020 11:58
Jakarta: Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia mendorong lembaga pengawas tenaga nuklir yakni Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) untuk terus mengawal perkembangan nuklir di Indonesia. Pengawasan ketat ditekankan agar penggunaan nuklir sesuai dengan ketentuan.
 
Plt Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito mengajak Bapeten, para pemegang izin pengguna tenaga nuklir, dan pihak terkait untuk tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan. Pasalnya, penggunaan nuklir berkaitan erat dengan keamanan dan keselamatan para pekerja dan masyarakat, termasuk lingkungan hidup.
 
"Sehingga dalam konteks pemanfaatan (tenaga nuklir) bagaimana ketentuan terhadap keselamatan dan keamanan terkait nuklir tidak boleh dilupakan dan harus diperhatikan. Ini menjadi tanggung jawab kita, terutama tim pengawas yang dalam hal ini Bapeten," kata Mego, di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya pengawasan yang baik dengan mengedepankan keamanan dan keselamatan pada akhirnya membantu tugas pemerintah untuk bisa memberikan pemanfaatan dari tenaga nuklir kepada masyarakat melalui cara-cara yang paling aman, dan sehat, serta tentunya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
 
"Pengawasan secara baik pada ujungnya membantu tugas pemerintah untuk memberikan pemanfaatan tenaga nuklir kepada masyarakat," urainya, dalam acara virtual bertajuk 'Strategi Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir di Masa Pandemi Covid-19'.
 
Terkait pandemi covid-19, ia tidak menampik terdapat tantangan terutama bagi Bapeten yang mengawasi penggunaan tenaga nuklir di Indonesia. Di antaranya adalah pengawasan yang sebelumnya dilakukan secara offline, maka sekarang harus online guna memutus mata rantai penyebaran covid-19.
 
Meski demikian, Mego berpandangan, kondisi pandemi seharusnya bisa dilihat sebagai peluang untuk berinovasi menggunakan robot ketika Bapeten melakukan pengawasan kepada para pemegang izin pengguna tenaga nuklir. Kemenristek siap mendukung pengembangan inovasi tersebut demi kemajuan tenaga nuklir di Indonesia.
 
"Dalam pandemi covid-19 seharusnya tertantang menggunakan robot atau peralatan yang bisa berjalan sendiri. Pada akhirnya mengurangi dampak paparan radiasi terhadap pekerja atau petugas (pengawas dari Bapeten). Pemikiran lebih maju tentang penggunaan robot atau teknologi ini bisa mendukung tugas para petugas dan pengawas tenaga nuklir," ucapnya.
 
Kepala Bapeten Jazi Eko Istiyanto mengatakan Bapeten menggelar Anugerah Bapeten 2020 guna mendorong para pemegang izin pengguna tenaga nuklir untuk memaksimalkan keamanan dan keselamatan dalam tenaga nuklir. Penghargaan ini diharapkan bisa lebih memaksimalkan pengawasan dan penerapan keamanan serta keselamatan tenaga nuklir di Indonesia.
 
"Kita mengusahakan bisa tercapai safety culture dan salah satunya membentuk kesadaran," tuturnya.
 
Kemudian guna mendukung pengembangan tenaga nuklir di Indonesia, Jazi mengemukakan, Bapeten berupaya memberikan sejumlah kemudahan. Kemudahan itu seperti mempermudah perizinan. Kemudahan tersebut diharapkan membuat para pelaku atau pemegang izin memperoleh keuntungan dalam bisnisnya.
 
"Kami tidak bisa memberikan insentif yang wujudnya uang, apalagi tax holiday atau diskon. Yang bisa kita lakukan adalah kemudahan-kemudahan yang harapannya dengan kemudahan itu penggunaan nuklir bisa didorong sehingga Bapak Ibu memperoleh profit. Sehingga suatu ketika orang bisa mengatakan teknologi nuklir adalah profit center," kata Jazi.
 
Sementara itu, Deputi Bidang Perizinan dan Inspeksi Bapeten Zainal Arifin menegaskan Bapeten menerapkan protokol kesehatan saat menjalankan fungsi dan tugasnya ketika melakukan pengawasan ke lapangan. Langkah itu dilakukan agar pengawas yang mendatangi pemegang izin bisa merasa tenang dan mencegah terjadinya penyebaran covid-19.
 
Tidak hanya itu, Zainal juga berharap inovasi yang dilakukan Bapeten terkait pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia bisa memberikan efek positif terhadap masyarakat. Terkait peristiwa terkontaminasinya kawasan Batan Indah, Zainal mengungkapkan sudah terselesaikan dan daerah tersebut sudah bisa dipergunakan kembali seperti biasa.
 
"Pada Kamis, 22 Oktober, Kepala Bapeten mendeklarasikan bahwa tempat tersebut (Batan Indah) sudah layak dipergunakan kembali. Bapeten sebagai pengawas tingkat nasional berusaha agar penggunaan nuklir bisa maju dan terawasi sehingga masyarakat aman dan nyaman," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif