Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: Kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: Kemenperin

Menperin Dorong Hilirisasi Serapan Kopi Lokal

Ekonomi kopi Kementerian Perindustrian
Ilham wibowo • 02 Oktober 2020 09:48
Jakarta: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sebagai negara produsen kopi utama di dunia Indonesia perlahan berkembang menjadi negara konsumen kopi. Adapun konsumsi kopi per kapita di Indonesia diperkirakan mencapai 1,5 kg per tahun.
 
"Dengan didorong pertumbuhan kelas menengah, perkembangan industri kopi olahan di Tanah Air masih menjanjikan. Untuk itu, kami terus memacu hilirisasi industri kopi lokal yang mengolah biji kopi di dalam negeri, sehingga meningkatkan nilai tambah produk kopi Indonesia,” kata Agus, dalam International Coffee Day 2020, Kamis, 1 Oktober 2020.
 
Menurut Agus saat ini meminum kopi telah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia terutama generasi milenial. Perkembangan konsumsi kopi itu pun tidak lepas dari gelombang transformasi kopi dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seperti tren kopi susu kekinian hampir di berbagai daerah yang memicu peningkatan konsumsi dalam negeri,” tuturnya.
 
Pada gelombang pertama, perusahaan-perusahaan besar produsen kopi mendorong peningkatan konsumsi kopi hasil industri secara eksponensial dengan produk kopi siap minum. Selanjutnya, gelombang kedua ditandai dengan munculnya kafe-kafe jaringan global dengan penggunaan mesin espresso.
 
"Dengan adanya mesin tersebut, konsumen dapat menikmati kopi dengan rasa yang berbeda karena hadirnya teknik pengolahan atau penyajian yang baru," ujarnya.
 
Memasuki gelombang ketiga, bisnis kopi dikenalkan dengan dengan konsep specialty coffee dan kedai kopi global mulai bersaing dengan kedai kopi lokal yang menyajikan kopi khas dari beragam daerah. Kopi yang dikenal single origin coffee tersebut diolah berbagai variasi teknik penyeduhan.
 
"Perkembangan tersebut menandakan bahwa Indonesia telah melalui gelombang ketiga perkembangan konsumsi kopi, yang ditandai dengan semakin banyaknya konsumen kopi yang menjadi penikmat kopi," paparnya seraya meyakini potensi pasar di dalam negeri dan luar negeri masih akan terus berkembang.
 
Ia menambahkan kebijakan pengembangan industri pengolahan kopi terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia seperti barista, roaster, penguji cita rasa, peningkatan nilai tambah biji kopi di dalam negeri, dan peningkatan mutu kopi olahan utamanya kopi sangrai melalui penguasaan teknologi roasting.
 
"Selanjutnya, pengembangan standar produk (SNI) dan standar kompetensi kerja (SKKNI). Diharapkan di masa depan, Indonesia menjadi eksportir utama produk kopi olahan dan gaya hidup kopi di Asia dan dunia," paparnya.
 
Adapun strategi pengembangan industri pengolahan kopi nasional, di antaranya melalui peningkatan nilai tambah industri pengolahan kopi dalam negeri, peningkatan mutu produk kopi olahan, perluasan pasar produk kopi olahan di dalam dan luar negeri, peningkatan iklim usaha yang kondusif, serta peningkatan kapasitas SDM-nya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif