Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.

Daripada PHK, Boy Thohir Pilih Gajinya Dikorbankan

Ekonomi adaro energy PHK pandemi covid-19
Suci Sedya Utami • 20 Oktober 2020 21:11
Jakarta: Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir menyatakan hingga saat ini tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan di perusahaannya. Meskipun diakui Boy kondisi perusahaan juga terdampak akibat pandemi covid-19.
 
Kemunculan virus covid-19 secara global membuat bisnis batu bara ikut tertekan. Permintaan batu bara berkurang karena konsumsi listrik juga menurun. Kendati demikian, Boy mengatakan hingga kini pihaknya masih mempertahankan 20 ribu karyawan yang bekerja di Adaro.
 
"Sampai hari ini kita masih kerja full. Belum ada PHK, belum ada pengurangan gaji, belum ada pengurangan bonus walaupun dalam kondisi yang sulit," kata Boy dalam media gathering daring, Selasa, 20 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Boy mengatakan dirinya lebih memilih penghasilan pribadinya yang berkurang daripada harus mengorbankan karyawan. Selain itu perusahaan pun melakukan efisiensi di sisi operasional.
 
"Kita lakukan efisiensi sen demi sen, kalau perlu jangan kurangi gaji karyawan, tapi gaji saya dulu," ucap kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir ini.
 
Saat ini bisnis Adaro tidak hanya di bidang pertambangan batu-bara, tetapi juga juga masuk ke Adaro Services, Adaro Logistics, Adaro Power, Adaro Land, Adaro Water, Adaro Capital, dan Adaro Foundation.
 
Boy bersyukur di usia perusahaan yang ke 28 tahun telah banyak diversifikasi bisnis yang dilakukan sehingga bisa menjadi penopang di tengah kondisi sulit saat ini.
 
"Alhamdulillah banget Adaro integrated dari batu bara sampai listrik, di sini membuktikan bahwa bisnis model kita benar, dalam kondisi sulit ini sangat membantu sebab kontribusi dari non batu bara sudah 50:50. Kita enggak bisa bayangkan kalau bisnis modelnya kayak 15 tahun lalu, mungkin Adaro enggak bisa survive hari ini," jelas dia.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif