BBM. Foto : MI/Panca Syaukarni.
BBM. Foto : MI/Panca Syaukarni.

Konversi PLTD ke EBT Bakal Tekan Impor BBM

Ekonomi PLN impor Energi Terbarukan
Suci Sedya Utami • 02 November 2020 21:04
Jakarta: PT PLN (Persero) menyatakan konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke pembangkit listrik yang bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT) bisa mengurangi impor BBM.
 
Direktur Mega Proyek PLN Ikhsan Asaad mengatakan pengurangan impor BBM menjadi prioritas PLN. Sebab selama ini PLTD yang beroperasi menggunakan BBM sebagian besar berasal dari impor.
 
"Tentu konversi ini manfaatnya besar karena mengurangi impor BBM," kata Ikhsan dalam konferensi pers daring, Senin, 2 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia bilang apabila impor bisa ditekan tentu akan menciptakan penghematan. Kendati belum menghitung secara rinci besaran yang bisa dihemat, dia yakin Pembangkit Listrik Tenaga Solar (PLTS) yang juga digabungkan dengan baterai akan lebih murah dari PLTD.
 
"Jadi biayanya pasti lebih murah dari diesel yang rata-rata Rp4.000 per kWh, karena biaya BBM-nya diangkut ada Rp3.000 per liter. Jadi betapa besarnya ini penghematan untuk negara kita untuk mengurangi impor BBM," ujar Ikhsan.
 
Dirinya mengatakan hal itu juga akan berdampak pada penurunan biaya pokok penyediaan (BBP) tenaga listrik. Bila BPP bisa lebih rendah maka harga jual listrik ke masyarakat pun akan lebih murah.
 
Selain itu, lanjut Ikhsan, konversi ini juga akan membuat masyarakat di wilayah pedalaman bisa menikmati listrik 24 jam. Ia bilang seperti diketahui saat ini masih banyak masyarakat yang telah bisa menikmati listrik, namun tidak 24 jam.
 
"Di daerah itu nyala 6-12 jam. Padahal ada potensi perikanan, banyak cold storage tidak beroperasi setiap hari. Apalagi di masa new normal anak-anak belajar dan kerja dari rumah kalau enggak ada (listrik juga enggak) ada internet," jelas Ikhsan.
 
PLN bakal mengonversi 5.200 unit pembangkit PLTD yang terletak di 2.130 lokasi di seluruh Indonesia. Pada tahap pertama, PLN akan memulainya di 200 lokasi dengan kapasitas sekitar 225 megawatt (MW).
 
Nantinya di tahap kedua kapasitas yang akan dikonversi sebesar 500 MW dan tahap ketiga 1.300 MW. Adapun secara keseluruhan di 2.130 lokasi daya listriknya mencapai dua gigawatt (GW).

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif