Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : Istana Kepresidenan.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : Istana Kepresidenan.

Terobosan Erick Thohir terkait Pembiayaan Tol Lewat INA Tak Membebani Keuangan Negara

Ekonomi BUMN infrastruktur Jalan Tol Erick Thohir
Al Abrar • 19 April 2022 17:44
Jakarta: Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah Redjalam memuji Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang telah melakukan terobosan dalam membangun infrastruktur jalan tol dengan skema pembiayaan investasi melalui Indonesia Investment Authority (INA) dari pada menggunakan dana utang.
 
Dua BUMN Karya yaitu Hutama Karya dan Waskita Karya mendapatkan investasi dari INA untuk percepatan pembangunan tiga ruas Jalan Tol Trans (JTT) Sumatra milik Hutama Karya dan dua ruas JTT Jawa milik Waskita Karya senilai Rp39 triliun.
 
"Iya sudah pasti lebih baik, karena INA 'keluarga sendiri', jadi ketimbang Hutama Karya dan Waskita berutang, karena ini bentuknya investasi dari INA. Jadi dari sisi posisi di balance sheet pun lebih baik, karena kalau di utang otomatis akan jadi beban di dalam neracanya atau di dalam laporan keuangannya, Hutama Karya maupun Waskita," ujar Piter, Selasa, 19 April 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sementara kalau melalui investasi INA itu bukan menjadi utang, saya kira tidak menjadi beban yang tidak merusak struktur keuangannya Hutama Karya dan Waskita Karya yang sekarang ini kita sudah tahu terbebani oleh utang," imbuhnya.
 
Baca: Erick Thohir Terbitkan Surat Edaran Pencegahan Kekerasan dan Pelecehan di BUMN
 
Menurut Piter, pembangunan infrastruktur idealnya memang menggunakan dana investasi dan tidak menggunakan pinjaman, namun kapasitas dana yang dimiliki INA belum tentu bisa membiayai semua infrastruktur.
 
"Kalau bisa semuanya seperti itu, tapi enggak mungkin juga INA, enggak mungkin kapasitasnya sebesar itu, jadi di dalam praktiknya nanti pasti ada mix ya, ada utang ada investasi seperti dari INA tapi itu tidak bisa semuanya seperti itu. terlalu sempurna kalau semua pembangunan infrastruktur dari INA, itu mustahil, karena dana dari INA pasti terbatas," jelasnya.
 
Piter menyarankan, dengan adanya dana investasi dari INA, Hutama Karya yang menggarap ruas Jalan Tol Trans Sumatra, mencakup ruas-ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung, dan Tol Medan-Binjai.
 
Lalu PT Waskita Toll Road untuk sejumlah ruas Jalan Tol Trans Jawa mencakup ruas-ruas Tol Kanci-Pejagan dan Tol Pejagan-Pemalang untuk menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu.
 
"Kalau jalan tolnya dibangun saja diselesaikan tepat waktu, utamanya kan kalau terkait jalan tol bagaimana sekarang ini dampak dari jalan tol itu kan belum maksimal, yang perlu dimaksimalkan dari jalan tol ini adalah bagaimana pembangunan jalan tol ini sejak awal sudah menggandeng industri, jadi perencanaan industrinya sudah dimasukkan di dalam perencanaan pembangunan jalan tol itu," ungkapnya.
 
Piter menjelaskan, saat ini jalan tol yang dibangun di wilayah Sumatra baru sebatas untuk kebutuhan transportasi, dan pariwisata belum menyentuh sektor industri.
 
Oleh karenanya, Piter mendorong agar pembangunan jalan tol perlu terintegrasi juga dengan kawasan industri terpadu untuk menumbuhkan ekonomi dan tenaga kerja.
 
"Agar supaya ini manfaatnya jadi lebih maksimal kalau sekarang ini kan masih terbatas di transportasi, belum mendorong pembangunan industri. Itu yang perlu dipacu, sekarang ini misalnya tol Sumatra belum terbangun industrinya direncanakan sejak awal sebelum jalan tol itu dibangun tempatnya, sehingga jalan tol itu waktu dibangun sudah berbarengan dengan kawasan industrinya juga," jelasnya.
 
Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi NasDem Rudi Hartono Bangun memastikan langkah yang dilakukan oleh Kementerian BUMN lewat dua perusahaan Waskita Karya dan Hutama Karya sangat bagus, karena pembangunan proyek-proyek besar di bangsa ini baiknya lewat investasi. "Lebih bagus skema investasi menurut saya," kata Hartono Bangun singkat.
 
Anak buah Surya Paloh ini juga memastikan pembangunan infrastruktur lewat investasi tidak membebani negara, terlebih tidak membuat Pemerintah harus utang ke negara lain. “Tidak bebani negara dan enggak nambah utang,” jelasnya.
 
Sebelumnya Erick Thohir mengatakan Indonesia bisa mengubah anggapan dalam pembangunan infrastruktur selalu dibiayai oleh utang, melainkan dengan investasi.
 
"Selama ini banyak pihak ribut utang-utang yang dibangun untuk infrastruktur, ini jawabannya, sekarang kami sudah membangun infrastruktur dengan investasi," ujar Erick.
 
Menurut Erick, banyak negara-negara seperti UEA, Amerika Serikat, hingga Uni Eropa berkomitmen investasi untuk membangun infrastruktur di dalam negeri.
 
"Karena apa? Melihat potensi tadi, memang infrastruktur di Indonesia harus dibangun. Dan ini sekarang investasi dengan pembangunan Infrastruktur dengan modal, tidak lagi dengan utang. Kita balance utang kita," ucapnya.
 
(ALB)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif