Ketua MPR Bambang Soesatyo. FOTO: MPR
Ketua MPR Bambang Soesatyo. FOTO: MPR

Tetapkan Libur Akhir Tahun, MPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Hal Ini

Ekonomi MPR Virus Korona Ekonomi Indonesia Pemulihan Ekonomi Nasional
Angga Bratadharma • 02 Desember 2020 10:04
Jakarta: Majelis Permusyawaratan Perwakilan (MPR) mendorong pemerintah dalam menetapkan kebijakan libur di Desember ini tetap mempertimbangkan berbagai faktor dengan mengutamakan faktor kesehatan masyarakat. Hal tersebut penting mengingat libur panjang sebelumnya selalu membuat kasus covid-19 melonjak.
 
"Di samping tetap memikirkan pengaruh rencana libur panjang tersebut bagi dunia pariwisata untuk memulai bangkit dari keterpurukan akibat pandemi covid-19," kata Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 2 Desember 2020.
 
Bamsoet, sapaan akrabnya, juga mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memastikan tempat-tempat wisata tidak menjadi klaster penyebaran covid-19, dengan mengatur upaya dan strategi untuk membatasi jumlah pengunjung maupun waktu buka dan tutup tempat wisata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Serta memastikan bagi pengunjung agar disiplin menerapkan protokol kesehatan dan wajib  mematuhi aturan bagi pengunjung yang ditetapkan pihak pengelola wisata," tukasnya.
 
Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah agar segera menetapkan hari dan tanggal libur akhir tahun agar masyarakat dapat mempersiapkan diri untuk waktu liburannya dan juga tempat-tempat wisata ataupun tempat publik yang berpotensi ramai dapat mengantisipasi dan menyiapkan upaya sejak jauh hari.
 
"Agar dapat memenuhi standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan," tegas Bamsoet.
 
Di sisi lain, Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menyatakan, konsumsi swasta yang menjadi motor utama ekonomi Indonesia mengalami tekanan paling dalam selama 2020 akibat kasus pandemi yang terus meningkat. Pada kuartal kedua dan ketiga, konsumsi swasta mengalami kontraksi masing-masing sebesar 5,5 persen dan empat persen.
 
Penurunan terdalam terjadi pada konsumsi yang berkaitan dengan leisure, yaitu sektor transportasi dan pergudangan dan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum. Secara kumulatif pada tiga kuartal pertama 2020, kedua sektor tersebut terkontraksi masing-masing sebesar 15,6 persen dan 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
 
"Kebijakan pemerintah yang melakukan pembatasan sosial dan perilaku masyarakat, khususnya kelas menengah atas yang mengurangi kegiatan ekonomi untuk mencegah penularan covid-19 menjadi penyebab utama penurunan konsumsi seluruh golongan pendapatan," ungkap CORE Indonesia dalam CORE Economic Outlook 2021.
 
Hasil riset lembaga penelitian dan think-tank independen di bidang ekonomi itu juga mengatakan bahwa golongan pendapatan menengah atas yang berkontribusi 82 persen terhadap total konsumsi masyarakat cenderung menahan belanja mereka.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif