Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo - - Foto: dok Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo - - Foto: dok Kementan

Kementan Gandeng Lembaga Internasional Sederhanakan Regulasi di Sektor Pertanian

Ekonomi pertanian investasi Kementerian Pertanian
Media Indonesia.com • 27 November 2020 14:01
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng lembaga internasional dalam menyederhanakan regulasi di sektor pertanian. Regulasi yang ramping sangat penting dalam menciptakan iklim investasi sehingga pertanian dalam negeri tumbuh lebih kuat lagi.
 
“Tugas pokok dan fungsi dari Kementerian Pertanian adalah membangun dan menjalankan regulasi yang baik, sehingga dinamika pembangunan pertanian di negara ini dapat berjalan dengan baik,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dikutip dari Mediaindonesia.com, Jumat, 27 November 2020.
 
Meski demikian, penataan regulasi pertanian diharuskan mengutamakan kepentingan petani kecil. Sebab, petani memiliki peran penting dalam kontribusi besar sektor pertanian dalam perekonomian Indonesia selama masa pandemi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa selama triwulan II dan III dari pelaksanaan pembangunan di Indonesia, pertumbuhan ekonomi menunjukan angka negatif, yaitu minus 5,32 serta minus 3,45. Tapi penurunan ekonomi Indonesia disebutkan tidak terlalu dalam bila dibandingkan negara-negara tetangga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama dua triwulan terakhir tersebut, sektor pertanian tetap dapat tumbuh positif. Pada triwulan II, sektor pertanian tumbuh positif 16,24 persen dan triwulan III tumbuh 2,15 persen.
 
“Substansi regulasi harus tetap memberi ruang bagi petani kecil untuk mendapatkan tempat dalam akselerasi ekonomi yang akan ditempuh ke depannya,” tegas Syahrul.
 
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Erizal Jamal memaparkan pengalaman Kementan dalam melakukan perbaikan dalam proses penyusunan regulasi, pasca ditetapkannya Undang-Undang nomor 11 tentang Cipta Kerja.

 
“Bekerja sama dengan NSLIC/NSELRED, kami memetakan regulasi dan pembuatan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) berbasis risiko (Risk-Based Approach), mendukung Online Single Submission/OSS. OSS bertujuan untuk memudahkan dan mengurangi waktu serta proses memulai bisnis di Indonesia,” ungkap Erizal
 
Erizal menyebutkan NSLIC/NSELRED merupakan proyek yang didanai oleh Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC) bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
 
NSLIC/NSELRED bertujuan untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam perbaikan iklim investasi dan pengembangan ekonomi lokal termasuk perbaikan regulasi dan peraturan yang menghambat iklim investasi dan ekonomi yang pada akhirnya dapat berkontribusi untuk peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan bagi laki-laki dan perempuan miskin di Indonesia.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif