Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Kementerian BUMN Siapkan Aplikasi untuk Vaksin Mandiri

Ekonomi Kementerian BUMN vaksin covid-19
Annisa ayu artanti • 19 November 2020 11:11
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menyiapkan sistem berupa aplikasi untuk menjalankan program vaksin mandiri.
 
Vaksin mandiri akan disediakan sebanyak 160 juta dosis untuk 75 juta orang di Indonesia. Masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi nantinya diharapkan bisa melakukan pre-order di dalam aplikasi tersebut.
 
Menteri BUMN Erick Thohir mempercayakan pembuatan sistem tersebut kepada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan PT Bio Farma.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi sistem ini menjadi mother headnya, yang mana sistem ini dibangun bersama Telkom dan Bio Farma karena kita menjaga proses kehati-hatian dan transparansi," kata Erick dalam diskusi virtual, Rabu, 18 November 2020.
 
Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid mengatakan pihaknya akan mengintegrasikan data penerima vaksin. Kemudian, Telkom juga akan membuat monitoring pengiriman dan hasil vaksin yang terintegrasi.
 
"Sistem ini kami kembangkan bekerja sama dengan teman-teman dari Kementerian Kominfo kemudian Kasad bahwa Polri dan lain-lain yang memang diamanahkan untuk mengembangkan sistem ini dalam KCPEN," kata Fajrin.
 
Lebih lanjut, tak hanya diprioritaskan untuk program vaksin mandiri, Fajrin menambahkan, sistem ini juga akan digunakan untuk menjalankan program vaksin pemerintah.
 
"Di sistem informasi satu data ini sebenarnya kami kembangkan nantinya dapat digunakan baik itu untuk vaksinasi pemerintah maupun vaksinasi mandiri sehingga apa yang saya sampaikan di sini membangun aplikasi pendaftaran dan lain-lain," ujarnya.
 
Direktur Digital Healthcare PT Bio Farma Soleh Udin Al Ayubi menekankan bahwa dalam menjalankan program vaksinasi ini perlu pengontrolan ketat. Sebab, sangat berkaitan dengan public safety dan public health. Oleh karena itu peran digital teknologi dalam program ini sebagai konektor dan sebagai konektor upscale.
 
"Dengan adanya digital teknologi hal tersebut bisa dilakukan upscale bisa dilakukan adalah dengan order jutaan dalam waktu yang sama kita itu enggak mungkin dilakukan tanpa teknologi," jelas Sholeh.
 
Menurutnya, sistem digital seperti ini sangat penting untuk mengatasi kemungkinan penimbunan vaksin di satu wilayah.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif