Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok AFP
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok AFP

Sri Mulyani Beberkan Strategi Ketahanan Pangan Selama dan Usai Pandemi

Ekonomi Sri Mulyani ketahanan pangan pandemi covid-19
Eko Nordiansyah • 10 Oktober 2020 15:13
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan strategi ketahanan pangan Indonesia selama dan setelah masa pandemi covid-19 berakhir.
 
Hal tersebut disampaikan Menkeu pada the IMF-World Bank Group Annual Meetings Virtual Food Security Roundtable: Strengthening Food Systems in 2020 and Beyond yang merupakan bagian dari rangkaian World Bank IMF Annual Meeting 2020.

 
“Fokus pemerintah adalah meningkatkan dan meningkatkan produktivitas pangan. Untuk pertanian dan petani di Jawa karena merupakan pulau terpadat maka Anda tidak dapat memperluas lahan tetapi dapat meningkatkan produktivitas," katanya dilansir dari laman resmi Kemenkeu, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Indonesia masih memberikan perhatian pada masalah stunting dan malnutrisi, serta kontradiksi antara kawasan pedesaan dan perkotaan yang mengalami obesitas dan penganekaragaman pangan. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan produksi maupun konsumsi.
 
"Itulah mengapa dukungan pemerintah baik dalam bentuk teknologi serta prasarana atau irigasi serta jalan penghubung antara persawahan atau persawahan dengan pasar menjadi sangat penting. Pengeluaran pemerintah untuk infrastruktur dalam rangka meningkatkan produktivitas sawah dan sawah di Indonesia sangat penting," ungkap dia.
 
Dalam jangka menengah dan panjang, pemerintah berupaya menangani masalah ketersediaan pangan dengan memperluas wilayah atau membuka lahan tambahan baru tidak hanya untuk padi tetapi juga perkebunan hortikultura. Indonesia juga memperkenalkan program food estate di luar pulau Jawa.
 
Menurut dia, kondisi ini tentunya adalah upaya untuk menciptakan ketahanan pangan jangka panjang bagi Indonesia dengan meningkatkan produktivitas di luar pulau Jawa. Ia menambahkan, Indonesia juga membutuhkan lebih banyak teknologi agar dapat meningkatkan produktivitas bagi petani maupun hasil pertanian.
 
"Hal lain yaitu menghubungkan antara produksi dan pasar secara lebih efisien dan untuk itu Indonesia juga berinvestasi untuk infrastruktur digital sehingga mampu menciptakan aksesibilitas untuk wilayah Indonesia hingga ke seluruh pelosok Indonesia," pungkasnya.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif