Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Emas akan Jadi Pilihan Investasi di Tengah Pandemi

Ekonomi Harga Emas
Antara • 15 Juli 2020 18:27
Palembang: Harga emas diperkirakan akan mengalami penguatan pada Juli 2020. Adanya kekhawatiran gelombang kedua penyebaran virus covid-19 di seluruh dunia menjadi pemicunya.
 
Kepala Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan Hari Widodo mengatakan emas diperkirakan bakal menjadi pilihan investasi. Ini karena emas dinilai sebagai aset investasi yang berisiko rendah di tengah ketidakpastian global atau safe haven instruments.
 
"Emas memang merupakan alat hedging paling tradisional di dunia, setiap kali ada risiko yang meningkat, keunggulan utama emas yaitu dari likuiditas dan adanya penerimaan publik yang luas pada produk ini," kata dia, dikutip dari Antara, Rabu, 15 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nilai aset tersebut juga diharapkan beriringan dengan inflasi untuk jangka waktu yang lama serta dipercaya sebagai alat penyimpan nilai atau store of value. Selain itu, nilai emas juga tidak dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga yang ditetapkan pemerintah.
 
Meskipun demikian, ada sejumlah risiko terhadap investasi emas fisik batangan, seperti risiko kehilangan dan pencurian. Karena itu, investasi emas dalam jumlah besar memerlukan biaya lebih bila ingin aman, seperti menyewa brankas di bank atau di pegadaian.
 
Pada Juli 2020, Provinsi Sumatra Selatan diperkirakan akan mengalami inflasi yang lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi bulan sebelumnya.
 
Inflasi diprediksi terjadi karena tekanan pada kelompok volatile food seiring naiknya harga beberapa komoditas makanan menjelang Iduladha.
 
Selain itu, inflasi juga diperkirakan bersumber dari kenaikan harga emas pada kelompok inti dan kenaikan tarif angkutan udara pada kelompok administered prices.
 
Sementara itu, kenaikan tarif angkutan udara disebabkan oleh kebijakan relaksasi kapasitas penumpang memasuki kondisi kenormalan baru.
 
Namun demikian, laju inflasi diperkirakan tertahan oleh terjaganya pasokan beras di Gudang Bulog selama 6-7 bulan ke depan dan tercukupinya pasokan gula pasir yang dipenuhi dari impor luar negeri.
 
Sejauh ini laju inflasi di Provinsi Sumatera Selatan terbilang rendah pada Juni 2020 yakni 0,20 persen (month-to-month) karena dipengaruhi penurunan harga tiga kebutuhan pokok, yakni bawang putih, gula pasir, dan cabai merah.
 
Melihat perkembangan inflasi hingga Juni 2020, inflasi Provinsi Sumatra Selatan pada 2020 diprediksi terkendali pada rentang 3,0 persen plus minus 1,0 persen dengan kecenderungan bias ke bawah.
 

(AHL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif