Bus Antar Kota. Foto : Medcom.
Bus Antar Kota. Foto : Medcom.

Kemenhub Minta Dishub DKI Setop Operasi Bus Antar Kota dan Provinsi

Ekonomi kementerian perhubungan
Husen Miftahudin • 30 Maret 2020 12:42
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk menutup akses bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari dan menuju Jakarta.
 
Juru bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan langkah tersebut sebagai upaya untuk mencegah makin banyaknya anggota masyarakat yang terinfeksi virus korona (covid 19). Sebab, banyak masyarakat yang telah mempercepat mudik ke kampung halaman.
 
"Hal ini juga sebagai tindak lanjut terhadap banyaknya permintaan kepala daerah agar bus dari Jakarta tidak datang lagi ke wilayah mereka," ujar Adita dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin, 30 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adita mengakui dalam beberapa hari terakhir terjadi lonjakan arus penumpang moda transportasi bus ke beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Banyak masyarakat yang mempercepat mudik ke kampung halaman mereka dengan berbagai alasan.
 
"Hal ini dikhawatirkan dapat memperluas penyebaran virus covid-19 dari DKI Jakarta yang merupakan zona merah ke luar DKI Jakarta khususnya Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur," sebutnya.
 
Sebelumnya, sejumlah pengusaha bus pariwisata mendukung langkah pemerintah mencegah penyebaran covid-19. Salah satunya dilakukan oleh pengusaha bus pariwisata di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Andri Latif Nurrosid yang menolak permintaan untuk membawa penumpang dari Jakarta maupun kota-kota lainnya yang sudah terpapar covid-19.
 
Bahkan, dia juga mengajak pengusaha bus pariwisata lainnya untuk melakukan langkah serupa sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran covid-19.
 
"Nah, yang masih menjadi dilema kami, yaitu mereka yang memakai mobil pribadi atau travel pelat hitam. Kami sudah gencarkan untuk tidak membawa penumpang dari sana (Jakarta), tetapi banyak sekali oknum yang masih mengambil penumpang di sana," kata pemilik Yudistira Trans itu.
 
Andri mengatakan pihaknya sudah menghentikan sementara layanan Yudistira Trans untuk kegiatan pariwisata dan sejenisnya sejak 14 Maret 2020 atau selang dua hari setelah ada surat edaran untuk mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan covid-19.
 
Oleh karena itu, kata dia, seluruh armada Yudistira Trans hingga saat sekarang tetap berada di garasi.
 
"Kemarin armada kami memang ada yang keluar garasi, tapi hal itu untuk membantu rekan-rekan kami di lapangan yang masih jaga Posko Pemantauan covid-19. Kami juga dikawal Polresta Banyumas untuk memberikan bantuan berupa hand sanitizer gratis pada Sabtu, 28 Maret 2020," jelasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif