Kemendag siap meningkatkan ekspor produk furnitur ke Azerbaijan dan Eropa Timur. Foto: Dok.MI
Kemendag siap meningkatkan ekspor produk furnitur ke Azerbaijan dan Eropa Timur. Foto: Dok.MI

Kemendag Incar Ekspor Furnitur ke Azerbaijan dan Eropa Timur

Ekonomi ekspor Kementerian Perdagangan
Ilham wibowo • 04 Agustus 2020 16:47
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) siap meningkatkan ekspor produk furnitur ke Azerbaijan dan Eropa Timur. Langkah ini diharapkan dapat menjaga neraca perdagangan di tengah pandemi covid-19.
 
"Kementerian Perdagangan terus melakukan langkah-langkah konkret untuk mendorong ekspor produk lokal, khususnya produk furnitur ke pasar Azerbaijan dan Eropa Timur. Di tengah pandemi covid-19, pemerintah terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dengan menjaga keseimbangan neraca perdagangan," ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 4 Agustus 2020.
 
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menambahkan, pihaknya melakukan beberapa strategi untuk menggenjot ekspor furnitur ke pasar global. Beberapa strategi yaitu fokus terhadap produk dan pasar, relaksasi ekspor dan impor untuk tujuan ekspor, peningkatan daya saing produk, penguatan akses pasar, serta optimalisasi niaga elektronik (e-commerce).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian penguatan usaha kecil menengah (UKM) berorientasi ekspor melalui program pendampingan ekspor, serta peningkatan ekspor di kawasan ekonomi khusus (KEK), dan pos lintas batas negara," ungkap Kasan.
 
Menurut Kasan, Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor furnitur ke kawasan Eropa Timur, khususnya untuk produk furnitur kayu dan komponen furnitur. Fokus pasar furnitur di Eropa Timur diarahkan ke pasar Polandia, Rusia, Slovenia, Rumania, dan Kroasia.
 
Untuk pasar Eropa Timur fokusnya yaitu mempertahankan produk furnitur yang memiliki kekuatan pasar di negara tujuan ekspor, contohnya furnitur kayu (pangsa 41,15 persen), kursi rangka kayu (20,35 persen), furnitur kayu untuk kamar (8,11 persen), furnitur kayu untuk dapur (5,45 persen), dan kursi rotan (3,77 persen).
 
"Ekspor ke wilayah Eropa Timur tidak terlalu rumit sehingga Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini. Selain itu, akses pintu masuk pasar ke wilayah Eropa Timur juga strategis seperti melalui Turki, Rusia, dan Azerbaijan," pungkasnya.
 
Nilai total ekspor furnitur Indonesia ke dunia pada 2019 tercatat sebesar USD1,75 miliar. Nilai ekspor furnitur Indonesia periode Januari-Mei 2020 sebesar USD772 juta dan didominasi produk furnitur berbahan kayu, seperti furnitur kayu (pangsa 41,15 persen), kursi rangka kayu (20,35 persen), furnitur kayu untuk kamar (8,11 persen), furnitur kayu untuk dapur (5,45 persen); dan kursi rotan (3,77 persen).
 
Nilai ekspor furnitur Indonesia ke Eropa Timur pada Januari-Mei 2020 tercatat sebesar USD7,28 juta. Sedangkan pada 2019 nilai ekspor furnitur Indonesia ke Eropa Timur mencapai USD15,69 juta, naik 1,16 persen dibanding tahun sebelumnya.
 
Sedangkan produk utama impor furnitur Eropa Timur dari dunia, antara lain komponen Kursi (HS.940190), dengan nilai USD5,98 miliar (pangsa pasar 44,36 persen), furnitur kayu (HS. 940360) USD1,49 miliar (11,03 persen), komponen furnitur (HS. 940390) USD1,08 miliar (8,04 persen), furnitur logam (HS. 940320) USD872,4 juta (6,47 persen), dan jok kursi (HS. 940161) USD527,3 juta dan (3,91 persen).
 
Khusus untuk pasar Azerbaijan, permintaan terhadap produk furniturnya mencapai USD100,55 juta. Indonesia menyuplai sebesar 0,39 persen dari nilai tersebut.
 
Negara tujuan ekspor terbesar furnitur Indonesia pada Januari-Mei 2020 antara lain Amerika Serikat (pangsa 48,03 persen), Jepang (8,61 persen), Belanda (6,09 persen), Jerman (4,64 persen), dan Belgia (4,14 persen). Sementara itu, pangsa ekspor furnitur Indonesia ke Kawasan Eropa Timur sebesar 1,01 persen.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif