Ignasius Jonan. FOTO: MI/SUSANTO
Ignasius Jonan. FOTO: MI/SUSANTO

Ignasius Jonan Harap Tidak Ada PHK di Tengah Covid-19

Ekonomi Virus Korona phk
Angga Bratadharma • 15 Mei 2020 11:21
Jakarta: Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meyakini akan ada new normal saat pandemi covid-19, di tengah upaya Pemerintah Indonesia yang terus berupaya menekan penyebaran virus mematikan itu. Di sisi lain, Jonan berharap, tidak ada lagi aktivitas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh para pengusaha.
 
"Pandemi covid-19 paling bahaya untuk negara berkembang atau seperti kita ini. Ini tantangan besar. Maka saya sarankan diusahakan jangan sampai lay off (memberhentikan karyawan)," kata Jonan, dalam Webinar bertajuk 'Managing The Uncertainty: Accelerating Digital Transformation in Pandemic', Jumat, 15 Mei 2020.
 
Ia menyarankan agar dunia usaha, para pengusaha, atau para pemimpin bisnis lebih memilih opsi mengurangi gaji karyawan dibandingkan dengan melakukan PHK. Menurutnya dampak melakukan PHK lebih besar dari sisi sosial dan tidak ada jaminan ketika pandemi selesai maka bisnis bisa normal kembali jika memilih opsi PHK sebelumnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau kita lay off (karyawan) dampak sosialnya besar sekali dan kita tidak harapkan ada dampak lain ketika korona ini berakhir atau ketika pandemi ini masih berlangsung. Saya selalu percaya kita tidak bisa menyelamatkan perusahaan atau harta kekayaan kita tanpa kita membantu lingkungan kita," kata mantan Menteri Perhubungan ini.
 
Lebih lanjut, dirinya menyarankan agar semua pihak terkait bisa berpartisipasi membantu pemerintah menekan penyebaran covid-19, terutama membantu masyarakat kurang mampu yang terpapar virus mematikan itu. Hal itu dianggapnya penting lantaran pemerintah tidak bisa sepenuhnya mengurusi persoalan virus korona secara menyeluruh.
 
"Jaring pengaman sosial mulai dijalankan. Tapi tidak ada pemerintahan yang bisa mengurusi ini (pandemi covid-19) secara lengkap, tidak ada. Kita semua harus berpartisipasi. Partisipasi yang terbaik adalah (pelaku usaha) tidak melakukan PHK. Menolong orang lain penting. Kegiatan sosial harus jalan," ucapnya.
 
Di sisi lain, Jonan meyakini akan muncul new normal akibat covid-19, seraya berharap bahwa vaksi dari virus mematikan itu segera ditemukan. New normal diyakini muncul lantaran ia menilai vaksin akan muncul dan diimplementasikan sekitar enam hingga satu tahun kemudian. Dalam rentang waktu itu, masyarakat harus menyesuaikan agar terhindar dari covid-19.
 
"Saya percaya akan ada new normal. Saya pikir kita menghadapi new normal. Kalau new normal, saran saya kita harus berubah. Saya pikir rahasia hidup adalah the secret of change is focus all of your energy, not on fighting the old but on building the new," pungkasnya.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif