Ilustrasi perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok - - Foto: AFP
Ilustrasi perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok - - Foto: AFP

BPS: Perdagangan RI-Tiongkok Kembali Meningkat

Ekonomi perdagangan ri bps indonesia-tiongkok
Ilham wibowo • 15 Mei 2020 15:03
Jakarta: Nilai perdagangan Indonesia-Tiongkok kembali meningkat seiring bangkitnya ekonomi negara tirai bambu tersebut. Tiongkok tetap menjadi negara terbesar yang mencatatkan kinerja ekspor maupun impor RI selama April 2020.
 
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memaparkan tujuan ekspor non migas Indonesia ke Tiongkok mencapai USD2,2 miliar pada April 2020. Ekspor non migas mengalami peningkatan tertinggi dari sisi jumlah yakni USD227,6 juta atau 11,49 persen dari periode sebelumnya.
 
"Negara yang mengalami peningkatan tertinggi adalah Tiongkok USD227,6 juta, Taiwan USD98,7 juta, Belanda USD28,3 juta, dan Australia USD14,5 juta," kata Suhariyanto dalam paparan secara virtual, Jumat, 15 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa komoditas ekspor ke Tiongkok yang mengalami peningkatan yakni pulp dan kayu, plastik dan barang plastik, serta olahan dari tepung. Komoditas yang masih memegang peran lebih tinggi di antaranya bahan bakar mineral, besi dan baja, serta lemak dan minyak hewan nabati.
 
Secara akumulasi, ekspor Indonesia ke Tiongkok selama periode Januari-April 2020 mencapai USD8,17 miliar, meningkat 11,72 persen dibandingkan Maret 2020 yang sebesar USD7,31 miliar. Pangsa ekspor ke Tiongkok juga masih yang paling besar mencapai 16,01 persen.
 
Sementara itu, nilai impor Indonesia April 2020 mencapai USD12,54 miliar atau turun 6,10 persen dibanding Maret 2020. Demikian juga dibandingkan April 2019 yang turun 18,58 persen.

 
“Untuk impor dari Tiongkok pada April 2020 mengalami peningkatan USD 762,3 juta dari USD2,98 miliar pada Maret 2020 menjadi USD3,74 miliar. Hal ini menunjukkan recovery di Tiongkok sudah berjalan cukup baik,” ucap pria yang akrab disapa Kecuk ini.
 
Secara akumulatif, impor dari Tiongkok pada periode Januari-April 2020 sebesar USD12,65 miliar, turun 12,02 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai USD14,38 miliar. Sedangkan pangsa impor Tiongkok masih yang terbesar mencapai 27,81 persen.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif