Menteri Koordinator  bidang Kemaritiman dan investasi Luhut Binsar Pandjaitan - - Foto: dok Antara
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan investasi Luhut Binsar Pandjaitan - - Foto: dok Antara

Luhut: Pandemi Covid-19 Momentum Kembangkan Kendaraan Listrik

Ekonomi Virus Korona mobil listrik motor listrik luhut panjaitan
Antara • 05 September 2020 18:00
Jakarta: Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan menilai kondisi pandemi covid-19 merupakan momentum terbaik dalam mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia. Pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri akan menggandeng negara lain yang sudah terlebih dahulu memanfaatkan bahan bakar nonfosil tersebut.
 
"Untuk mengembangkan kendaraan listrik nasional saya termasuk yang paling ngotot. Karena kita tidak mau terus menerus menjadi pasar impor kendaraan, apalagi teknologi kendaraan listrik relatif lebih mudah dikembangkan dan Indonesia memiliki nikel terbesar di dunia sebagai bahan baku pembuatan baterai," kata Luhut dikutip dariAntara, Sabtu, 5 September 2020.
 
Dalam mendorong industri kendaraan listrik, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah payung hukum. Di antaranya Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Perpres ini, kata Luhut, menandakan kebangkitan Indonesia untuk menjadi produsen kendaraan listrik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun Indonesia menggandeng Tiongkok sebagai negara yang hampir merajai kendaraan listrik di dunia. Meski demikian, Luhut menegaskan adanya kewajiban transfer teknologi dalam kerja sama pengembangan kendaraan listri tersebut.
 
"Untuk itu Indonesia sudah mengirimkan banyak tenaga-tenaga ahli dari berbagai universitas terkemuka dikirim ke China untuk belajar kendaraan listrik. Kita pelajari keberhasilannya juga kesalahan yang pernah mereka alami," tambah dia.
 
Penasehat Khusus Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Satryo Soemantri menilai, Indonesia telah siap menjadi produsen kendaraan listrik selain memiliki cadangan bahan baku berupa nikel dan kobalt.
 
"Kita tentunya tidak ingin menjadi importir kendaraan terus-menerus, tapi harus bisa memproduksi kendaraan listrik. Dari sisi teknologi sebenarnya Indonesia sudah bisa menguasai," kata Satryo.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif