Ilustrasi THR. Foto : MI/Ramdani.
Ilustrasi THR. Foto : MI/Ramdani.

Pelaku Industri Kimia dan Plastik Bisa Bayar THR di Tengah Pandemi

Ekonomi tunjangan hari raya
Antara • 11 Mei 2020 14:11
Jakarta: Pelaku industri plastik yang tergabung dalam Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) akan tetap membayar Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh karyawannya di tengah pandemi covid-19.
 
"Anggota Inaplas masih memberikan THR dan belum ada PHK," kata Sekjen Inaplas Fajar Budiyono dikutip dari Antara, Senin, 11 Mei 2020.
 
Fajar memaparkan Inaplas menaungi dua sektor industri kimia, yaitu industri kimia hulu yakni industri petrokimia dan kimia hilir yaitu industri plastik. Saat ini, terdapat 76 sektor industri kimia yang tergabung dalam asosiasi itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebut, utilitas industri kimia hulu saat ini masih 90-95 persen dari sebelumnya 100 persen, dengan 20 persen karyawan yang bekerja di kantor pusat dipekerjakan dari rumah atau work from home (WFH) dan hanya lima persen karyawan di pabrik yang WFH.
 
"Yang 20 persen itu bagian administrasi dan kantor pusat. Kalau di pabrik, karena luas dan orangnya tidak terlalu banyak, sehingga yang WFH hanya lima persen," ujar Fajar.
 
Untuk sektor industri kimia hilir, Fajar menyampaikan bahwa permintaan dalam negeri mengalami penurunan hingga 50 persen. Namun, industri kimia hilir tetap mengekspor produknya ke sejumlah negara.
 
"Itu sudah kajian pada April, kebetulan Tiongkok sudah mulai buka, menyusul Bangladesh dan India juga mau buka. Sehingga, 40 persen produk yang dihasilkan di hulu akan diekspor," tukas Fajar.
 
Dengan demikian, perusahaan akan tetap membagikan THR dan fasilitas lain kepada karyawan, di antaranya tunjangan kesehatan, BPJS, dan tunjangan perumahan.
 
Menurut Fajar, kondisi tersebut dipertahankan hingga Juli 2020 untuk kemudian dievaluasi kembali sambil melihat perkembangan situasi yang terjadi.
 
"Itu kita antisipasi sampai Juli. Setelah Juli ke sana nanti kita evaluasi lagi apakah membaik atau mudah-mudahan tidak makin memburuk. Dan baru kita akan mengambil keputusan selanjutnya," pungkas Fajar.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif