Astra International. Foto : Astra.
Astra International. Foto : Astra.

Efek Pandemi Covid-19, Laba Astra Group Tergerus 26%

Ekonomi astra international pandemi covid-19
Annisa ayu artanti • 25 Februari 2021 19:25
Jakarta: PT Astra International Tbk (ASII) mencatat penurunan laba bersih sebesar 26 persen tahun lalu. Tercatat, perusahaan hanya mampu meraih laba 2020 Rp16,16 triliun, dibandingkan 2019 yang mampu mencatatkan Rp21,71 triliun.
 
Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro mengatakan penurunan kinerja laba tersebut terjadi akibat dampak pandemi covid-19. Astra juga mencatat penurunan pendapatan bersih sebesar 26 persen menjadi dari Rp237,17 triliun pada 2019 menjadi Rp175,05 triliun pada 2020.
 
"Pendapatan dan laba bersih grup Astra pada 2020 menurun akibat dampak dari pandemi covid-19 dan upaya penanggulangannya," kata Djony dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Djony menjelaskan penurunan kinerja Astra periode tahun lalu juga disebabkan oleh menurunkan kinerja tiap-tiap divisi bisnis Astra.
 
Kinerja divisi otomotif tercatat terkoreksi cukup dalam yakni 68 persen dari Rp8,39 triliun menjadi Rp2,7 triliun. Astra mencatat penurunan penjualan mobil dan motor masing-masing mencapai sampai 50 persen dan 41 persen di 2020.
 
Kemudian, kinerja divisi jasa keuangan juga menurun 44 persen menjadi Rp3,3 triliun pada 2020. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan provisi guna menutupi peningkatan kerugian kredit bermasalah pada bisnis pembiayaan konsumen dan alat berat.
 
Lalu, bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi juga mengalami penurunan 49 persen tahun lalu menjadi Rp3,4 triliun. "Terutama disebabkan oleh penjualan alat berat dan volume kontrak penambangan yang lebih rendah, akibat melemahnya harga batu bara hampir sepanjang tahun," jelasnya.
 
Selanjutnya untuk divisi infrastruktur dan logistik, mengalami penurunan laba bersih dari Rp292 miliar menjadi Rp45 miliar. Penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh penurunan pendapatan jalan tol dan penurunan marjin operasi pada PT Serasi Autoraya (SERA).
 
Untuk divisi teknologi informasi, Djony menambahkan laba bersih dari divisi tersebut menurun 81 persen menjadi Rp36 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari bisnis solusi dokumen dan layanan perkantoran PT Astra Graphia Tbk (AG).
 
Sementara untuk divisi Agribisnis dan properti, Astra Group tetap mencatatkan peningkatan. Divisi Agribisnis tercatat mengalami peningkatan kinerja laba cukup signifikan yakni 295 persen menjadi Rp664 miliar.
 
Peningkatan divisi agribisnis dijelaskan Djony karena harga minyak kelapa sawit yang lebih tinggi. Sedangkan divisi properti mencatatkan laba bersih dari Rp83 miliar menjadi Rp93 miliar, terutama karena tingkat hunian yang lebih tinggi di Menara Astra dan pengakuan laba dari proyek pengembangan Asya Residences.
 
"Grup terus beroperasi di tengah kondisi yang menantang, dan masih terdapat ketidakpastian mengenai kapan pandemi akan berakhir. Kami memperkirakan kondisi ini akan berlangsung selama beberapa waktu dan masih terlalu dini untuk memprediksi dampak pandemi terhadap kinerja Grup pada 2021," ujarnya.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif