Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. FOTO: MI/SUSANTO
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. FOTO: MI/SUSANTO

Mendag Pelototi Harga dan Pasokan Beras Jelang Natal dan Tahun Baru

Ekonomi kebutuhan pokok bahan pokok Kementerian Perdagangan sembako natal dan tahun baru
Husen Miftahudin • 27 November 2020 10:41
Nusa Dua: Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengaku ada beberapa isu terkait komoditas barang kebutuhan pokok yang perlu menjadi perhatian pada Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Paling utama adalah harga dan pasokan beras.
 
Ia mengungkapkan harga beras selama pandemi covid-19 relatif stabil karena didukung pasokan yang cukup dan pelaksanaan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras medium oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).
 
"Namun, risiko kenaikan harga beras perlu diwaspadai mengingat stok beras Bulog lebih rendah ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara, kebutuhan penyaluran bantuan sosial KSPH masih tinggi," ujar Agus, dalam Rakornas Barang Kebutuhan Pokok jelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, dikutip Jumat, 27 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain beras, komoditas cabai merah dan bawang merah juga perlu mendapat perhatian penting. Sebab, kedua komoditas tersebut cenderung naik lantaran tren rendahnya pasokan pada akhir tahun dan mulai masuknya musim penghujan.
 
Selanjutnya harga minyak goreng yang cenderung mengalami kenaikan akibat melonjaknya harga Crude Palm Oil (CPO). Namun, diperkirakan dalam beberapa waktu ke depan harga akan kembali pulih. Sementara itu, harga gula pasir dan daging sapi relatif stabil.
 
Pada kesempatan tersebut, Agus menyampaikan pesan-pesan untuk para pimpinan daerah dalam menghadapi Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, yaitu memantau perkembangan harga dan pasokan bapok secara intensif, memetakan jalur atau rantai distribusi bahan pokok, mengidentifikasi masalah jika terjadi gejolak harga.
 
Kemudian mengidentifikasi keberadaan pelaku usaha distribusi bahan pokok di wilayahnya masing-masing, berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk mencegah aksi spekulasi, mengidentifikasi jumlah stok bahan pokok dan ketahanan pangan, dan mengawal kelancaran distribusi beras medium Bulog dalam program KPSH di pasar rakyat.
 
"Saya juga menyampaikan apresiasi kepada Bapak/Ibu pemerintah daerah sekalian dalam menjaga kelancaran distribusi dan kecukupan ketersediaan bahan pokok di wilayahnya masing-masing, khususnya di masa pandemi covid-19. Langkah dan upaya yang kita lakukan telah turut membantu terjaganya stabilitas harga bapok sepanjang 2020," tuturnya.
 
Lebih lanjut Agus mengungkapkan stabilitas harga bapok sepanjang 2020 diindikasikan dari tingkat inflasi tahun kalender untuk kelompok komponen pangan bergejolak sebesar 0,12 persen. "Relatif rendahnya tingkat inflasi tersebut dipengaruhi masih lemahnya permintaan masyarakat di tengah terjaganya pasokan dan distribusi pangan," imbuh dia.
 
Kepala Disperindag Provinsi Bali I Wayan Jarta mengakui wabah pandemi covid-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap pariwisata Bali. Lambatnya pertumbuhan ekonomi Bali merupakan akibat terkontraksinya sektor-sektor pariwisata dan pendukungnya, antara lain akomodasi, makanan dan minuman, industri, pariwisata, serta perdagangan.
 
"Kegiatan rakornas ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok dan ketersediaan stok pangan menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021," pungkas I Wayan Jarta.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif