Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki - - Foto: dok Kemenkop UKM
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki - - Foto: dok Kemenkop UKM

Kemenkop Percepat UMKM Go Digital

Ekonomi umkm kementerian koperasi dan ukm
Ilham wibowo • 06 Juni 2020 16:41
Jakarta: Kementerian Koperasi dan UKM mempercepat penerapan praktik bisnis secara digital untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Langkah ini dipercaya akan mengakselerasi pemulihan ekonomi dalam kenormalan baru.

Menkop UKM Teten Masduki mengatakan pelaku UMKM menghadapi masalah terkait pemasaran selama covid-19. Hal ini menyebabkan penurunan permintaan secara drastis. Permasalahan tersebut dominan terjadi pada sektor makanan dan minuman serta industri kreatif.
 
“Digitalisasi UMKM adalah kunci pemulihan ekonomi, sebab baru 13 persen UMKM yang sudah terkoneksi dengan digital. Karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM akan mempercepat UMKM go digital,” kata Teten melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 6 Juni 2020.
 
Berbagai kebijakan yang dilakukan Kemenkop UKM antara lain refocusing terhadap program pelatihan yang diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan KUMKM terkait digitalisasi melalui lamanwww.edukukm.iddan seri podcast.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, dilakukan program pendampingan kakak asuh KUMKM di Smesco untuk akselerasi on boarding pelaku KUMKM dari offline ke online.
 
“Program lain yang langsung menyentuh usaha rakyat adalah pendampingan warung sembako offline ke online,” kata Teten.
 
Untuk meningkatkan kemampuan aspek hukum pelaku UMKM, Kemenkop UKM juga memberikan layanan konsultasi, salah satunya adalah program bantuan konsultasi hukum via chat dengan pengacara yang dapat diakses di portalwww.JDIH.Kemenkopukm.go.id
 
“Pemerintah sudah coba mendorong atau melakukan pendekatan-pendekatan kepada e-commerce atau marketplace untuk membuat laman khusus KUMKM. Sehingga semua produk UMKM bisa masuk di laman tersebut dan bisa perlahan-lahan mulai substisusi produk-produk impor yang selama ini mendominasi laman di marketplace,” papar Teten.
 
Di samping itu, pemerintah juga memberi perlakuan khusus bagi KUMKM dalam pengadaan barang dan jasa. Dalam waktu dekat juga akan dibuka laman KUMKM di e-katalog LKPP sehingga bisa mendorong kementerian, lembaga, pemda, serta BUMN untuk belanja barang dan jasanya dengan memprioritaskan produk KUMKM.
 
Dalam laman tersebut akan ada kanal khusus belanja di bawah Rp50 juta, yang dapat dimanfaatkan oleh KUMKM dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).
 
“Misalnya membuat produk kuliner, sehingga jika ada kebutuhan konsumsi di rapat-rapat dalam instansi pemerintahan, bisa langsung mengklik UKM sektor makanan dan minuman yang terdaftar dalam laman tersebut,” ungkapnya.
 
Teten kembali mengingatkan kalangan pelaku UMKM, bahwa harus mengikuti protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas bisnis. Aspek kesehatan, keamanan dan jaga jarak harus diperhatikan saat memulai bisnis di era new normal atau tatanan baru.
 
“Saya percaya perempuan UMKM termasuk IWAPI mampu bangkit untuk memulihkan ekonomi Indonesia,” pungkasnya.

 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif