Ilustrasi. Foto : AFP.
Ilustrasi. Foto : AFP.

Pengendalian IMEI Tekan Kerugian Negara hingga Rp5 Triliun

Ekonomi produk ilegal smartphone
Husen Miftahudin • 19 April 2020 15:29
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan penerapan aturan pengendalian International Mobile Equipment Identity (IMEI) harus dilakukan. Sebab, kebijakan ini bisa mengurangi potensi kerugian negara hingga Rp5 triliun.
 
Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenperin Janu Suryanto mengakui selama ini ponsel black market (BM) mengalir deras masuk ke Indonesia. Kondisi ini berpotensi merugikan negara antara Rp2 triliun sampai Rp5 triliun.
 
"Kebijakan validasi IMEI akan mengurangi penggunaan ponsel black market dan mendorong pertumbuhan industri ponsel dalam negeri," ujar Janu dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Minggu, 19 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemenperin memperkirakan terdapat 9-10 juta juta unit ponsel ilegal yang beredar tiap tahun. Bagi industri, hal ini berdampak hilangnya lapangan pekerjaan serta terjadi depresiasi pabrik dan komponen lokal hingga 10 persen dari biaya langsung produksi atau setara Rp2,25 triliun.
 
"Potensi kerugian penerimaan negara dari pajak karena peredaran ponsel black market sebesar Rp2,81 triliun per tahun. Selain itu, masyarakat yang menggunakan ponsel black market juga berisiko tidak mendapat layanan service center resmi apabila mengalami kerusakan, keamanan produk juga tidak terjamin," tukasnya.
 
Menurut catatan Kemenperin, industri handphone pintar, komputer genggam, dan tablet adalah salah satu sektor strategis yang perkembangannya menunjukkan tren meningkat dan berkontribusi positif bagi perekonomian nasional. Pada 2018, industri tersebut memproduksi sebanyak 74,7 juta unit, meningkat 23 persen dari 2017 yang memproduksi sekitar 60,5 juta unit.
 
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan para pengguna handphone pintar, komputer genggam, dan tablet akan mendapatkan notifikasi dan pemberitahuan mengenai status IMEI secara bertahap dari operator seluler yang digunakan dalam kurun waktu kurang lebih dua pekan.
 
Artinya, pengguna handphone pintar, komputer genggam, dan tablet yang saat ini sedang aktif digunakan tidak perlu melakukan registrasi individual. Sehingga, perangkat yang sudah aktif sebelum masa berlaku 18 April 2020 akan tetap dapat tersambung ke jaringan bergerak seluler sampai perangkat tersebut tidak ingin digunakan lagi atau telah rusak.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif