Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

AP II Berlakukan Protokol Kesehatan Lebih Ketat di Bandara Soetta-Halim

Ekonomi Virus Korona angkasa pura ii
Antara • 15 September 2020 08:30
Jakarta: PT Angkasa Pura II memberlakukan protokol kesehatan yang ketat di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma. Hal itu seiring penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan mewajibkan setiap penumpang memperhatikan lima hal pokok.
 
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menegaskan protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma dijalankan secara ketat sesuai regulasi yang ada. Di tengah PSBB DKI Jakarta ini, AP II juga mengimbau agar penumpang pesawat mengetahui sejumlah hal yang perlu diperhatikan.
 
"Untuk membantu kelancaran penerbangan," ujar Muhammad Awaluddin, dikutip dari Antara, Selasa, 15 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagi penumpang pesawat yang berangkat atau tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma ada lima hal yang harus diperhatikan. Pertama, penumpang pesawat rute domestik yang ingin terbang wajib membawa surat hasil rapid test atau tes PCR yang berlaku maksimal 14 hari pada saat keberangkatan dan saat ini tidak dibutuhkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).
 
Kedua, penumpang rute internasional yang ingin terbang diimbau kontak maskapai atau kedutaan negara tujuan untuk mengetahui berbagai persyaratan perjalanan. Ketiga, penumpang rute internasional yang mendarat di Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma harus membawa hasil tes PCR dari negara keberangkatan.
 
Apabila tidak membawa, akan dilakukan tes PCR saat tiba dan penumpang akan dikarantina hingga hasil tes keluar. Keempat, penumpang rute domestik dan penumpang rute internasional yang baru mendarat wajib sudah mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card/HAC) melalui aplikasi e-HAC atau formulir kertas.
 
Kelima, penumpang pesawat akan melalui pemeriksaan suhu tubuh menggunakan pemindai suhu, pemeriksaan surat hasil tes cepat/tes PCR, pemeriksaan barang bawaan, meja check in untuk penerbitan boarding pass, pemeriksaan surat hasil tes cepat/tes PCR, pemeriksaan boarding pass untuk naik pesawat, dan pemeriksaan e-HAC bagi penumpang yang baru mendarat.
 
"Dengan memperhatikan lima hal pokok tersebut, maka penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma dapat membantu kelancaran penerbangan di tengah masa PSBB DKI Jakarta," ujar Awaluddin.
 
Di samping hal-hal pokok tersebut, penumpang pesawat wajib memperhatikan informasi mendasar lainnya seperti kewajiban memakai masker saat berada di bandara dan ketika naik pesawat, menerapkan jaga jarak, serta harus selalu terinformasi mengenai operasional penerbangan seperti jika ada perubahan jadwal keberangkatan pesawat.
 
Penumpang pesawat juga hendaknya mengetahui ketentuan di masa PSBB DKI Jakarta misalnya terkait dengan penggunaan mobil pribadi dan transportasi publik. Bagi penumpang pesawat yang melintasi lalu lintas Jakarta dengan mobil pribadi harus memperhatikan bahwa kapasitas maksimal hanya boleh diisi dua orang per baris kursi, kecuali satu domisili.
 
Sementara itu bagi penumpang pesawat yang melintasi lalu lintas Jakarta dengan transportasi publik harap diperhatikan untuk mempersiapkan keberangkatan sedini mungkin karena dilakukan pembatasan kapasitas, pengurangan frekuensi layanan dan armada.
 
Adapun AP II juga mengimbau agar penumpang pesawat sesering mungkin mencuci tangan dengan penyanitasi tangan dan menggunakan sabun serta air mengalir di wastafel yang tersebar di sejumlah titik di bandara. Secara rutin juga dilakukan desinfeksi terhadap fasilitas dan setiap area di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif