Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

PLN Pastikan Listrik Tak Byarpet saat PSBB

Ekonomi pln Virus Korona PSBB
Annisa ayu artanti • 10 April 2020 11:06
Jakarta: PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik aman selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.
 
"Dalam kondisi PSBB, masyarakat dituntut untuk tetap berada di rumah, tentu kehadiran listrik sangat penting agar masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan nyaman di rumah," kata Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali PLN Haryanto W.S dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 10 April 2020.
 
Haryanto menjelaskan, untuk menjaga pasokan listrik tetap aman selama PSBB diberlakukan, sebanyak 2.371 personil PLN yang bertugas di unit-unit kritikal seperti pembangkit, transmisi, Pengatur Beban, Transmisi, Distribusi, Pembangkit, Call Center 123, Command Center, dan Posko Pelayanan Teknik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PLN juga menyiagakan 41 unit UPS dengan total kapasitas 7.070 kilo Volt Ampere (kVA), 15 unit trafo bergerak dengan total kapasitas 1.745 kVA, tujuh unit kabel bergerak sepanjang 2.600 meter, 23 Unit Gardu Bergerak dengan total kapasitas 17.080 kVA, 10 unit genset dengan total kapasitas 1.745 kVA untuk mengantisipasi terjadinya gangguan listrik.
 
PLN juga telah melakukan pemantauan secara khusus kepada rumah sakit di DKI Jakarta yang menjadi rujukan dan menangani pasien terjangkit covid-19 serta pasien yang diisolasi karena masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
 
Adapun Standard Operational Procedure (SOP) yang diterapkan terhadap rumah sakit besar tersebut antara lain memastikan pasokan listrik berasal dari dua sumber.
 
"Jaringan pemasok rumah sakit, kantor pemerintah fasilitas lain yang menjadi bagian vital untuk siaga penanganan covid-19. Ini kita buat siaga dengan dua sumber dari gardu yang berbeda, sumber utama dan sumber cadangan, bebannya pun dimonitor berkala setiap tiga jam," jelas Haryanto.
 
Untuk memastikan kesehatan petugas, PLN juga memberikan asupan vitamin dan menyediakan ruang pemeriksaan kesehatan khusus beserta tenaga medis dan peralatan pendukung untuk memonitor kondisi kesehatan pegawai yang harus bekerja di unit-unit kritikal tersebut.
 
Ia menambahkan, pegawai PLN juga dibagi dalam kelompok-kelompok berbeda (split team) untuk memastikan pekerjaan dan layanan rutin tetap berlangsung. Sementara unit-unit yang bersifat pendukung dan administratif di kantor-kantor PLN, baik di pusat maupun daerah, para pegawainya diminta untuk bekerja dari rumah.
 
"Dengan cara seperti itu, PLN memastikan dan menjamin pasokan listrik kepada pelanggan tetap terjaga selama pemberlakukan kebijakan PSBB," pungkas Haryanto.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif