Ilustrasi Garuda Indonesia - - Foto: Antara/ Fikri Yusuf
Ilustrasi Garuda Indonesia - - Foto: Antara/ Fikri Yusuf

Pemerintah Pinjamkan Rp8,5 Triliun ke Garuda

Ekonomi bumn Garuda Indonesia
Suci Sedya Utami • 14 Mei 2020 13:26
Jakarta: Pemerintah memberikan dana talangan sebesar Rp8,5 triliun kepada PT Garuda Indonesia (Persero). Pinjaman tersebut masuk dalam alokasi anggaran pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi covid-19.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan maskapai pelat merah itu harus mengembalikan pinjaman tersebut ketika keuangan perusahaan telah kembali normal.
 
"Dana talangan ini dalam bentuk pinjaman yang harus dikembalikan kepada pemerintah," kata Arya, Kamis, 14 Mei 2020.
 
Arya mengungkapkan mekanisme dana talangan tersebut masih dalam pembahasan di internal pemerintah. Meski demikian, ia membantah pemerintah menjamin penundaan pembayaran utang jatuh tempo garuda sebesar USD1 miliar atau setara Rp14,86 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penundaan pembayaran utang tersebut murni bersifat business to business (B to B) antara Garuda dan investor pemegang surat utang tersebut. Garuda sebelumnya mengajukan penundaan pembayaran utang jatuh tempo sebesar USD500 juta atau setara Rp7,5 triliun di Juni.
 
Sebagai perusahaan terbuka, Garuda pun telah mengirimkan pada otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait permohonan dialog konstruktif dan terbuka bersama para pemegang surat utang syariah (sukukholders) yang diterbitkan oleh perusahaan dengan kode emiten (GIA).
 
"Jadi yang benar hanya ada dana talangan (bridging loan) sebesar Rp8,5 triliun yang disiapkan. Enggak ada bailout," jelas dia.
 
Sebelumnya, Garuda Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan terdapat tiga opsi untuk menyelesaikan kewajiban jatuh tempo. Pertama dengan melunasi utang sesuai tagihan, tetapi opsi ini dipandang berat lantaran keuangan maskapai pelat merah tersebut tergerus covid-19.
 
Kedua opsi meminta perpanjangan waktu. Artinya kewajiban tersebut tidak harus dilunasi pada saat jatuh tempo. Kemudian membayar utang dengan diskon atau potongan hingga 60 persen.
 
"Pembayaran dengan diskon, negosiasi dengan diskon yang hari ini betul harganya sudah di 40 persen. Memang banyak diskusi yang mengatakan bahwa itu bisa di 60-70 persen," kata Irfan.

 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif