Ilustrasi lahan pertanian - - Foto: MI/ Immanuel Antonius
Ilustrasi lahan pertanian - - Foto: MI/ Immanuel Antonius

Pandemi Dinilai Berdampak pada Disrupsi Sektor Pertanian

Ekonomi pertanian
Antara • 13 Juni 2020 20:51
Jakarta: Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania menilai pandemi covid-19 berdampak kepada disrupsi di sektor pertanian. Disrupsi tersebut berupa kurang terserapnya hasil panen petani karena menurunnya daya beli masyarakat.
 
"Dengan adanya pandemi ini, petani kita semakin kesulitan untuk menanam dan memasarkan hasil panennya," katanya dikutip dariAntara, Sabtu, 13 Juni 2020.
 
Selain serapan yang minim, kebijakan pembatasan aktivitas warga (PSBB), dan berkurangnya tenaga kerja juga menyebabkan turunnya produksi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memasuki masa new normal, petani diharapkan bisa kembali menanam. Namun, pemerintah hendaknya bisa memastikan bahwa mereka harus tetap menerapkan protokol kesehatan standar demi menjaga kelancaran proses bertani," ungkap dia.
 
Di sisi lain, potensi cuaca yang tidak menentunya juga memaksa petani melakukan tanam padi dengan semaksimal dan seefektif mungkin. BMKG memperkirakan bahwa kemarau mulai masuk wilayah Indonesia pada awal Mei 2020. Musim hujan yang tersisa kemudian diprediksi hanya terjadi akhir Mei dan berakhir Juli.
 
"Hal inilah yang kemudian membuat Kementerian Pertanian berusaha mengejar percepatan tanam padi pada musim hujan yang tersisa pada Juni hingga Juli," pungkasnya.

 

(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif