Ilustrasi - - Foto Antara/ Puspa Perwitasari
Ilustrasi - - Foto Antara/ Puspa Perwitasari

Bukit Asam Pasok Batu Bara ke Pertamina

Ekonomi pertamina batu bara
Suci Sedya Utami • 21 Maret 2020 17:00
Jakarta: PT Bukit Asam (PTBA) akan memasuk batu bara ke PT Pertamina dalam bentuk bahan energi alternatif. Bahan bakar itu diolah di pabrik hilirisasi batu bara di Tanjung Enim.
 
Bukit Asam akan mengubah materi batu bara menjadi metanol sebanyak satu juta ton per tahun. Kerja sama Pertamina dan Bukit Asam ini pun menjadi sebuah terobosan baru dalam dunia energi nasional. Sebab, selama ini batu bara hanya menjadi komoditas mentah yang diekspor keluar negeri.
 
Menteri BUMN Erick Thohir berharap Indonesia tak sekadar berorientasi ekspor barang mentah melainkan produsen produk energi alternatif untuk konsumsi dalam negeri hingga ekspor ke mancanegara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengembangan ini sangat baik bagi potensi ketahanan energi kita ke depan. Batu bara yang selama ini merupakan komoditas mentah bisa diolah menjadi produk dalam hal ini methanol. Jadi dari operientasinya proyek menjadi produk," kata Erick dalam keterangan resmi, Sabtu, 21 Maret 2020.
 
Bukit Asam selaku penyedia sumber batu bara akan diserap produksinya oleh Pertamina. Sedangkan Pertamina akan mendapatkan komoditas energi alternatif gasoline A20, yang merupakan ekuivalen dari Diesel B20. Pertamina dan Bukit Asam pun sedang menyelesaikan finalisasi dari harga penjualan dan pembelian batu bara yang disepakati.
 
Bukti Asam akan menyuplai volume batu bara kepada Pertamina dengan harga yang telah disepakati. Sebaliknya, Pertamina akan membeli produk Bukit Asam dengan harga yang telah disepakati.
 
Kerja sama ini sudah melalui sejumlah kajian yang komprehensif dari sejumlah pakar dan ahli energi. Perjanjian ini akan mulai berlaku selama dua tahun ke depan.
 
"Kita harapkan dengan sinergi dan inovasi pengelolaan energi ini, ketahanan dalam hal energi kita semakin baik. Kita bisa mandiri dalam pengelolaan sumber daya. Sumber daya yang kita miliki bukan sekadar proyek melainkan produk yang mesti kita manfaatkan sekaligus jaga bersama," jelas Erick.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif