Ilustrasi Batu Bara. Foto : MI.
Ilustrasi Batu Bara. Foto : MI.

Sumsel Proyeksi Angkutan Batu Bara Manfaatkan Terminal Karya Jaya

Ekonomi batu bara palembang covid-19
Antara • 21 September 2020 08:51
Palembang: Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) memproyeksikan angkutan batu bara juga memanfaatkan Terminal Karya Jaya Palembang karena fasilitas tersebut direncanakan menjadi kawasan multimoda transportasi.
 
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan keinginan pemprov tersebut telah disampaikan ke PT Kereta Api Indonesia (KAI). "Pemprov berkeinginan mengintegrasikan angkutan batubara dari dermaga/pelabuhan dan stasiun kereta api ke terminal kendaraan Karya Jaya," kata dia dikutip dari Antara, Senin, 21 September 2020.
 
Ia mengatakan pemprov telah membuat perencanaan terkait hal tersebut sehingga semua moda transportasi (angkutan sungai, angkutan darat, kereta api) dapat terintegrasi di Terminal Karya Jaya yang berada di Kecamatan Kertapati itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan upaya ini, Herman berkeyakinan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas (kemacetan) akibat banyaknya kendaraan angkutan barang (truk) masuk ke dalam kota. Hanya saja, dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak untuk membuat jalur lalu lintasnya, karena mengaitkan tiga moda transportasi sekaligus.
 
Dia mengatakan Kota Palembang selama puluhan tahun terbiasa dengan model jalur transportasi konvensional yakni setiap moda berdiri sendiri-sendiri walau berada dalam satu kawasan (bantaran sungai).
 
"Seperti saat ini saja Stasiun Kertapati masih belum memisahkan antara stasiun penumpang dengan stasiun barang khususnya batubara. Kami sudah sampaikan ke KAI, untuk mencarikan solusinya," ujar dia.
 
Pada Sabtu, 19 September 2020, Herman Deru meninjau Terminal Karya Jaya Kertapati Palembang yang akan dijadikan kawasan multimoda bersama Direktur Prasarana Dirjen Perhubungan Darat M Rizal Wasal.
 
Pada peninjauan itu, ia dan rombongan mengamati aktivitas pengangkutan batu bara baik yang menggunakan jalur khusus kereta api maupun jalur sungai, mulai dari Stasiun Simpang, Pelabuhan Keramasan, Kantor RMK hingga PT MAS dan PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS).
 
Gubernur dan rombongan melihat aktivitas angkutan batu bara via tayangan video dari PT RMK yakni angkutan batu bara menggunakan jalur kereta api. Bahkan PT MAS memiliki dermaga sendiri di bantaran sungai untuk lokasi bongkar muat batu bara.
 
"Begitu mandirinya para pelaku usaha ini, mereka membuat dermaga dan pelabuhan sendiri untuk angkutan batu bara. Artinya keputusan pemerintah yang mewajibkan melewati jalur khusus sudah dijalankan," kata dia.
 
Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 23 Tahun 2042 Tentang Tata Cara Pengangkutan Batubara di Jalan Umum sejak 8 November 2018, lalu menggantinya dengan Pergub Sumsel Nomor 74 Tahun 2018 Tentang Pencabutan Pergub yang terkait sebelumnya. Dampak dari Pergub ini membuat perusahaan batu bara menggunakan jalur sungai dan jalur kereta api.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif