Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

Perusahaan Logistik Dalam Negeri Rambah Pasar Ekspor saat Pandemi

Ekonomi logistik Virus Korona covid-19 UMKM Indonesia
Angga Bratadharma • 24 November 2020 16:36
Jakarta: Booming e-commerce membawa berkah bagi industri logistik di tengah pandemi. Sejumlah perusahaan logistik memanfaatkan momentum booming e-commerce untuk melakukan ekspansi. Upaya tersebut dengan harapan bisa memaksimalkan laju bisnis dan membuka peluang yang lebih luas lagi.
 
Data RedSeer menunjukkan bisnis jasa logistik selama pandemi covid-19 tumbuh hingga 100 persen, bahkan mencapai puncak tertinggi sepanjang September 2020 dengan pertumbuhan hampir 400 persen. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan penggunaan layanan e-commerce dan marketplace yang meningkat 69 persen selama masa pandemi di Indonesia.
 
Kondisi itu yang membuat perusahaan logistik dalam negeri menggenjot ekspansi bisnis, terutama di pasar ekspor. Misalnya kolaborasi antara Janio dan PCP Express yang membidik pasar ekspor bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Adapun UMKM perlu didukung lantaran berperan besar terhadap perekonomian Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


CEO PCP Express Dennis Soemarno mengaku pihaknya mendukung UMKM untuk mengirimkan produk mereka ke pasar ekspor, khususnya Malaysia dan Singapura. Lewat layanan tersebut, PCP Express membidik kenaikan volume transaksi mencapai 50 persen di kuartal IV-2020. Di 2021, diyakini layanan ekspor memacu kenaikan volume pengiriman barang hingga 200 persen.
 
"Kami juga berencana untuk ekspansi layanan ekspor ke negara lain yang prospektif. Periode usai pandemi di tahun depan akan memacu pertumbuhan sektor logistik lebih tinggi," ujar CEO PCP Express Dennis Soemarno, dalam sebuah konferensi pers virtual, Selasa, 24 November 2020.
 
Sementara itu, Janio meyakini pertumbuhan transaksi digital di Asia Tenggara akan membawa berkah bagi pebisnis UMKM Indonesia. Janio optimistis tren volume pengiriman barang ekspor akan terus tumbuh seiring dengan pemulihan ekonomi global usai pandemi.
 
Setelah Singapura dan Malaysia, COO Janio Syed Ali Ridha Madihid mengatakan Janio akan menambahkan rute perdagangan ekspor kerja sama ke negara lainnya seperti Australia, Amerika Serikat, Thailand, Hong Kong, dan lainnya. Saat ini jaringan Janio sudah mencakup 75 rute perdagangan di 15 negara.
 
"Pasar ekspor Indonesia akan terus tumbuh karena e-commerce Indonesia berkontribusi 50 persen dari pasar ekonomi digital Asia Tenggara yang terus membesar," ujar Syed.
 
Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mencatat perusahaan logistik berperan penting dalam ekosistem digital. Karenanya, investor menanamkan modalnya ke beragam model bisnis startup logistik, baik Business to Costumer (B2C), Costumer to Costumer (C2C), Business to Business (B2B), maupun gabungan (B2B2C).
 
Pasar ekspor juga masih memiliki potensi besar seiring dengan upaya pemerintah mendorong UMKM untuk merambah ekosistem digital saat pandemi virus korona. Digitalisasi dinilai dapat meningkatkan keuntungan pelaku usaha, dan menghemat biaya ekspor.
 
Berdasarkan riset Asia Pacific MSME Trade Coalition (AMTC), digitalisasi dapat menghemat biaya ekspor pelaku UMKM di India, Tiongkok, Korea Selatan, dan Thailand hingga USD339 miliar. Selain itu, teknologi digital menghemat waktu untuk ekspor 29 persen dan mereduksi biayanya hingga 82 persen.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif