Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

RUU Cipta Kerja Ditargetkan Rampung Agustus

Ekonomi BKPM Omnibus Law
Eko Nordiansyah • 30 Juli 2020 20:51
Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berharap Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang tengah dibahas di DPR bisa rampung pada Agustus mendatang. Pasalnya RUU omnibus law ini dinilai menjadi satu-satunya cara untuk menarik minat investasi.
 
"Kalau saya dapat arahan lebih cepat lebih baik, target kami Agustus ini selesai. Tapi kalau memang bisa lebih cepat, lebih baik," kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam wawancara Indonesia Bicara di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020.
 
Untuk itu, Bahlil berharap jika ada kritik soal RUU Ciptaker ini maka sebisa mungkin disampaikan agar terbuka ruang diskusi. Menurut dia, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam membuat kebijakan yang nantinya bisa dinikmati oleh masyarakat luas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Oleh karena itu, mari sekarang mana bagian yang teman-teman anggap harus ada masukan. Ayo kita perjuangkan bersama-sama, saya terbuka sekali bagian mana, pasal mana. Ayo kita omongkan jangan ngomong narasi terus. Dan saya pikir harus ada win-win solution," jelas dia.
 
Dirinya menambahkan, RUU Ciptaker bertujuan untuk saling menguntungkan baik pengusaha maupun pekerja. Bahlil mencontohkan, masalah pesangon bagi pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang merupakan jalan tengah antara kepentingan pengusaha tapi tak mengorbankan pekerja.
 
"Contoh pesangon, jika dipecat itu untuk pengusaha besar pesangon lima sampai 10 kali lipat itu pengusaha juga enggak setuju. Sebab memberatkan pengusaha. Tapi pemerintah harus lakukan itu, berikan kepastian bagi karyawan bagi buruh. Agar perusahaan tidak semena-mena buat PHK kepada orang," ungkapnya.
 
Tahun ini BKPM menargetkan realisasi investasi Rp807 triliun atau direvisi ke bawah dari Rp886 triliun karena pandemi covid-19. Sementara sampai dengan semester I-2020, realisasi investasi sudah mencapai Rp402,6 triliun yang terdiri dari Rp210,7 triliun di kuartal I dan Rp191,9 triliun di kuartal II.
 

(DEV)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif