Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Kawasan Perkantoran Diminta Segera Atasi Klaster Covid-19

Ekonomi Virus Korona perkantoran
Antara • 01 Agustus 2020 15:18
Jakarta: Kawasan perkantoran diminta segera mengatasi klaster covid-19, apalagi banyak pegawai di tempat tersebut adalah orang berpendidikan sehingga seharusnya lebih mengetahui risikonya. Langkah antisipasi penting guna memutus mata rantai penyebaran virus mematikan itu.
 
"Orang-orang yang berada di kantor umumnya berpendidikan. Semestinya mereka sudah paham bagaimana seharusnya menyikapi ancaman covid-19 ini," kata Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo, dikutip dari Antara, Sabtu, 1 Agustus 2020.
 
Dirinya menyayangkan sekarang ini banyak perkantoran telah menjadi klaster baru pandemi, khususnya di wilayah DKI Jakarta. Ia mengatakan sebelum vaksin ditemukan, kunci kemenangan dalam perang melawan covid-19 hanya satu, yakni disiplin yang tinggi dalam mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah khususnya menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya mengatakan maraknya penyebaran wabah virus korona di perkantoran ini menjadi keprihatinan bersama. Semua pihak, lanjutnya, baik pihak perusahaan, maupun karyawan harus bersama-sama meningkatkan kewaspadaan.
 
"Saya ingin mengimbau, khususnya kepada para pekerja di perkantoran, mulai lah mendisiplinkan diri sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Kenyataan yang mengkhawatirkan ini harus jadi proses pembelajaran bersama agar kasus klaster perkantoran ini tidak semakin parah," ucapnya.
 
Dikatakannya masih sering dalam rapat di kantor jarak di antara peserta terabaikan sehingga kerap kali saat berbicara masker sengaja dibuka.
 
Sebelumnya, perusahaan konsultan properti Knight Frank Indonesia mengungkapkan pandemi covid-19 telah menyebabkan tingkat hunian atau okupansi perkantoran di Jakarta turun dari semester II-2019 sebesar 76 persen menjadi 75,9 persen pada semester I-2020.
 
"Dari tingkat hunian, seperti yang bisa diprediksi turun menjadi 75,9 persen. Hal ini juga diikuti harga sewa yang cenderung turun dan berada di bawah tekanan di semua grade (kelas) yang ada," kata Senior Advisor Research Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat.
 
Syarifah menuturkan tingkat kekosongan ruang perkantoran Jakarta mencapai 24,1 persen dan ada serapan 81.699 meter persegi jumlah ruang pada periode ini.
 
Senior Associate Director Colliers International (konsultan properti) Ferry Salanto menyatakan pengelola gedung perkantoran pada masa pandemi covid-19 ini harus dapat memaksimalkan penerapan protokol kesehatan yang tepat dan selaras kemampuan pihak penyewa dalam rangka meningkatkan fokus okupansi atau tingkat hunian bangunan yang mereka kelola.
 
"Maksimalkan protokol kesehatan untuk meningkatkan kepercayaan dan rasa aman," pungkasnya.
 

(ABD)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif