Ilustrasi. Foto: Antara/Yusuf Nugroho
Ilustrasi. Foto: Antara/Yusuf Nugroho

BRI Sasar Beri Modal UMKM Pangan di Masa Pandemi

Ekonomi bri UMKM
Ilham wibowo • 15 Juli 2020 21:57
Jakarta: Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus meningkatkan kinerja pertumbuhan kredit dengan menyasar lebih banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sektor pangan. Sektor ini dinilai cukup menjanjikan untuk bisa diakselerasi, terutama dalam menghadapi situasi pandemi covid-19.
 
"Source of growth bagaimana? Dikasih ke siapa? Memang ada yang butuh? Kredit UMKM BRI diarahkan ke sektor pangan segmennya mikro," kata Sunarso dalam webinar bertajuk Langkah Penting Perbankan dalam Mendorong Bisnis UMKM di Masa Pandemi, Rabu, 15 Juli 2020.
 
Menurutnya, sektor pangan melemah bukan akibat penurunan daya beli, serapan produksi berkurang buntut menyusutnya aktivitas masyarakat karena pandemi covid-19. Kredit BRI, kata dia, akan masuk di celah yang kosong tersebut terutama untuk memperlancar produksi, distribusi, dan pemasaran produk yang sudah pasti dibutuhkan masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di kampung produksi pangan normal tapi pengaliran barang ke kota itu terhambat, maka BRI keluar dengan ekosistem pasar dengan web pasar sehingga barang-barang dari kampung bisa dialirkan ke pasar," paparnya.
 
Strategi BRI berada di pengembang UMKM pangan juga sekaligus mentransformasi pasar tradisional menjadi naik kelas berbasis digital dengan penjualan yang lebih kekinian. Sunarso menyebut sebanyak 2,5 juta pedagang kebutuhan pokok nasional menjadi sasaran potensial sebagai nasabah baru BRI.
 
Adapun dalam ekosistem web pasar ini, papar Sunarso, nasabah BRI akan diperkenalkan dengan penjualan online melalui WA, media sosial ataupun marketplace yang telah bekerja sama. BRI juga melakukan edukasi kepada anggota ekosistem pasar, contohnya pada penggunaan uang nontunai.
 
"Seluruh Indonesia web market itu jumlahnya 14.182 dan potensinya 2,5 juta pedagang. Yang sudah kita ajari web pasar itu 3.983 pasar menyangkut 30.607 pedagang, itulah yang bisa jadi sasaran penyaluran kredit untuk memperlancar distribusi barang konsumsi dari desa," ungkapnya.
 
Lebih lanjut, Sunarso optimistis strategi baru BRI di pengembangan UMKM pangan akan membawa dampak yang lebih luas, mulai di tingkat produksi hingga produk bisa diterima masyarakat. Dalam periode 25 Juni 2020 hingga 15 Juli 2020, realisasi penyaluran kredit UMKM dalam rangka penempatan dana pemerintah sudah terserap sebesar Rp13,59 triliun.
 
Menurut Sunarso, target realisasi kredit UMKM masih belum berakhir lantaran BRI wajib menyalurkan tiga kali lipat dari dana milik Pemerintah yang telah diterima BRI sebesar Rp10 triliun. Stimulus untuk sektor UMKM ini pun ditujukan dalam pemulihan ekonomi nasional selama tiga bulan sejak program dicanangkan.
 
"Selama Mei kita tak bisa ekspansi Juni terutama Minggu ketiga-empat restrukturisasi melandai, resources BRI kemudian digunakan untuk ekspansi. Mikro saja Juni kita bisa ekspansi Rp17,7 triliun, begitu terima duit pemerintah yang Rp10 triliun. Selama 20 hari duit itu sudah kita salurkan Rp13,2 triliun, artinya sekarang sudah mulai tumbuh dan kita optimistis bisa bangkit tapi tetap waspada," pungkasnya.
 

(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif