Gedung Kementerian BUMN. Medcom.id/Annisa Ayu
Gedung Kementerian BUMN. Medcom.id/Annisa Ayu

Anwar Mundur dari Hakim Tipikor saat Jadi Komisaris BUMN

Ekonomi Kementerian BUMN Pergantian Direksi BUMN
Candra Yuri Nuralam • 03 Juli 2020 18:06
Jakarta: Mantan hakim ad hoc Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat Anwar membantah merangkap jabatan saat ditunjuk menjadi komisaris PT Pertamina Patra Niaga (PPN). Dia mengaku langsung mundur dari jabatan sebagai hakim.
 
"Tanggal 15 Juni 2020 saya melapor kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat saat itu (Yanto), bahwa saya telah diangkat menjadi dewan komisaris PT PPN," kata Anwar saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2020.
 
Pada 14 Juni 2020, dia mendapatkan pesan singkat di WhatsApp dari nomor tak dikenal. Pesan itu menyebutkan bahwa dirinya diangkat menjadi komisaris PT PPN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Awalnya dia tak merespons pesan itu lantaran nomornya tak dikenal. Beberapa saat kemudian, nomor itu menghubunginya.
 
Nomor itu ternyata milik sekretaris dewan komisaris PT PPN yang memberitahu hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Anwar dinyatakan terpilih komisaris PT PPN. Esoknya, dia langsung mengundurkan diri dari Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat.
 
Anwar membantah masih menyidangkan kasus. Dia konsisten menerima satu jabatan saja. "Sehingga pada persidangan tanggal 17 Juni 2020 saya sudah tidak lagi bersidang sesuai dengan penetapan yang telah dibuat oleh ketua Pengadilan Negeri tersebut," ujar Anwar.
 
Masa jabatan Anwar sejatinya berakhir pada Agustus 2020. Masa jabatan itu tak bisa diperpanjang karena sudah dua kali menjabat sebagai hakim ad hoc.
 

(SUR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif