Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto : Medcom.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto : Medcom.

Bank Masih Berpeluang Turunkan Bunga Kredit dan Deposito

Ekonomi ojk perbankan
Eko Nordiansyah • 19 Mei 2020 19:29
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyebut kondisi likuiditas perbankan tetap memadai dan mendukung berlanjutnya penurunan suku bunga. Bahkan suku bunga kredit maupun deposito pada April tercatat mengalami penurunan dibandingkan Maret.
 
"Rerata tertimbang suku bunga deposito dan kredit masing-masing tercatat 5,92 persen dan 10,17 persen, menurun masing-masing 11 bps dan 19 bps dari level Maret 2020," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam video conference di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020.
 
Likuiditas perbankan yang memadai tercermin pada rerata harian volume pasar uang antar bank (PUAB) pada April 2020 yang tetap tinggi yakni Rp9,2 triliun serta rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tetap besar yakni 24,16 persen pada Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perkembangan ini berdampak positif pada penurunan suku bunga. Pada April 2020, rata-rata suku bunga PUAB O/N dan suku bunga JIBOR tenor satu minggu bergerak stabil di sekitar level BI 7-Day Reverse Repo Rate yakni 4,31 persen dan 4,60 persen," ungkapnya.
 
Dirinya menambahkan perkembangan kondusif ini dipengaruhi strategi BI dalam menjaga kecukupan likuiditas. Sejak awal 2020, bank sentral telah melakukan injeksi likuiditas ke pasar uang dan perbankan hingga mencapai Rp583,5 triliun.
 
"Antara lain melalui pembelian SBN dari pasar sekunder, penyediaan likuiditas perbankan melalui transaksi term-repo SBN, swap valas, serta penurunan giro wajib minimum (GWM) rupiah," jelas dia.
 
Sementara itu, penurunan suku bunga perbankan tersebut berdampak pada kenaikan pertumbuhan besaran moneter uang beredar M1 dan M2 pada Maret 2020 yang masing-masing menjadi 15,6 persen (yoy) dan 12,1 persen (yoy).
 
"Bank Indonesia akan terus memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional, khususnya dalam rangka restrukturisasi kredit perbankan," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif