Ibu Siaga Covid Kemiren Asri berdaya di tengah pandemi. Foto: dok Pertamina.
Ibu Siaga Covid Kemiren Asri berdaya di tengah pandemi. Foto: dok Pertamina.

Berdaya di Masa Pandemi, Kemiren Asri Banjir Cuan

Ekonomi pertamina UMKM
Suci Sedya Utami • 30 Oktober 2020 17:17
Cilacap: Kemunculan pandemi covid-19 sejak awal Maret 2020 menghantam kegiatan perekonomian masyarakat tidak terkecuali bagi warga Kemiren, Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap.
 
Namun tak ingin berlarut-larut, melalui Kelompok Kemiren Asri Mandiri, warga mencoba bangkit membalikkan kondisi untuk meraup cuan. Kelompok ini menggagas ide dan inovasi melalui beragam program pemberdayaan ekonomi masyarakat di tengah masa siaga covid-19. Hasilnya, wilayah ini telah menjelma menjadi kampung ekonomi kreatif.
 
Kelompok Kemiren Asri Mandiri merupakan mitra binaan PT Pertamina Refinary Unit IV Cilacap yang terbentuk sejak 2018. Sedikitnya, ada 13 bidang usaha atau program yang digiatkan seperti budidaya lele, budidaya jamur, kebun gizi sehat, jamu, telur asin, pupuk, handycraft, hingga koperasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Diakui Ketua Koperasi Kemiren Asri Mandiri, Rumdani, kondisi usaha yang dilakukan oleh Kelompok Kemiren Asri Mandiri mengalami penurunan ketika pandemi. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh letak Kampung Kemiren Asri yang masuk dalam zona merah. Status zona merah mengakibatkan menurunnya kepercayaan pelanggan Kelompok UMKM Kemiren Asri.
 
Tiga bulan pertama ketika pandemi omzet jatuh hingga lebih dari 50 persen. Di masa normal, kelompok ini bisa meraup omzet rata-rata Rp6 juta hingga Rp7 juta per bulan. Namun ketika zona merah, hanya bisa dapat Rp2 juta per bulan.
 
"Sangat-sangat drastis turunnya, sudah sampai tahap bingung enggak bisa melakukan apa-apa waktu itu. Namun kita berusaha untuk bangun, supaya jatuhnya enggak kelamaan," kata Rumdani pada Medcom.id, Jumat, 30 Oktober 2020.
 
Berbekal dari bahan baku yang telah tersedia di kampung tersebut, kelompok ini akhirnya berinovasi mendiversifikasi usaha yang selama ini dijalankan menjadi produk yang dibutuhkan dan menjadi peluang di saat pandemi. Misalnya saja dengan memanfaatkan kebun gizi yang ditanami jahe merah serta tanaman lidah buaya yang awalnya ingin digunakan untuk membuat manisan.
 
Melalui internet, para pegiat kelompok ini mencari tahu bagaimana cara menjadikan jahe merah yang dipercaya bisa meningkatkan imunitas tubuh sebagai produk yang bernilai jual. Demikian juga lidah buaya yang dijadikan hand sanitizer, barang yang sempat melonjak harganya ketika awal pandemi.

Ibu siaga covid

Dibantu Pertamina, Rumdani menumpahkan ide tersebut melalui pelatihan yang dikemas dengan tema 'Ibu Siaga Covid-19 Kemiren Asri'. Didampingi Dinas Perindustrian Koperasi & Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kabupaten Cilacap, kelompok ini mengikuti pelatihan membuat hand sanitizer berbahan dasar lidah buaya dan olahan rempah jahe merah sebagai minuman herbal penguat imunitas.
 
Pelatihan ini juga bekerja sama dengan AW Collection besutan Asih Wijayanti yang juga mitra binaan Pertamina Refinary Unit IV. Asih merupakan contoh sukses pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mampu bertahan di tengah pandemi. Usahanya membuat masker dan hazmat sudah diakui hingga mampu menyuplai kebutuhan paramedis di wisma atlet sebagai pusat karantina covid-19.
 
Selama Mei-Oktober, jumlah masker yang diproduksi sudah mencapai lebih dari 5.000 pieces yang didistribusikan ke berbagai instansi. Sementara untuk hazmat telah mencapai lebih dari 10 ribu pieces. Selain ke Wisma Atlet Jakarta, produk hazmat juga didistribusikan ke Dompet Duafa, Baznas Cilacap, Pertamina, beberapa instansi pemda di Kab. Cilacap.
 
Sementara untuk hand sanitizer dibagikan gratis pada kelompok rentan covid-19 sebagai bagian dari multiplier effect dari kegiatan Kelompok Kemiren Asri Mandiri. Pembagian masker ini juga merupakan bagian dari filosofi Ibu Siaga Covid-19 yaitu ketulusan seorang ibu untuk melayani dan menjaga keluarga serta lingkunganya dari bahaya virus korona.
 
Dengan adanya pemberdayaan ini, kini omzet yang diraih kelompok yang beranggotakan 40 orang ini mengalami kenaikan hingga 75 persen, rata-rata Rp12 juta hingga Rp15 juta bisa dikantongi per bulan. Bahkan diakui Rumdani untuk bulan ini omzetnya hampir mencapai Rp26 juta.
 
Berdaya di Masa Pandemi, Kemiren Asri Banjir <i>Cuan</i>
Foto: dok Pertamina.
 
"Kami punya ide, kami minta difasilitasi Pertamina. Pada kondisi ini kami tetap menyiasati bagaimana caranya agar Kelompok Kemiren Asri bisa bertahan. Alhamdulillah sekarang kami sudah bangkit, bisa dibilang sambil lari karena banyak pesanan," jelas dia.
 
Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Refinary Unit IV Cilacap Hatim Ilwan mengatakan upaya Pertamina tidak hanya sebatas membantu kelompok untuk produktif di saat pandemi. Namun juga bertanggung jawab untuk membantu memasarkan hasil kreasi yang dibuat. Maka itu, diadakan juga pelatihan digital marketing sebagai jalan untuk memasarkan produk dengan menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran.
 
"Pelatihan digital marketing ini bertujuan bagaimana membuat konten pemasaran yang lebih bagus dan menarik. Setelah adanya pelatihan ini langsung ada peningkatan penjualan," kata Hatim pada Medcom.id.
 
Hatim menambahkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap mitra binaan, Pertamina ingin memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan melalui pendidikan perubahan prilaku, pola pikir, serta pelatihan keterampilan dan kesehatan secara tuntas. Selain Kemiren Asri Mandiri, Pertamina Refinary Unit IV telah memberdayakan 50 kelompok binaan dengan total anggota kurang lebih 700 orang.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif