Ilustrasi. Seorang pekerja menyortir sarang burung walet untuk diekspor. (Foto: Antara/Septianda Perdana)
Ilustrasi. Seorang pekerja menyortir sarang burung walet untuk diekspor. (Foto: Antara/Septianda Perdana)

Ekspor Sarang Burung Walet Melesat Sepanjang Triwulan 1-2020

Ekonomi berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 08 April 2020 21:40
Jakarta: Kementerian mencatat terdapat peningkatan ekspor sarang burung walet (SBW) pada triwulan pertama 2020. Ekspor SBW sempat dikhawatirkan menurun karena Tiongkok sebagai negara utama tujuan membatasi produk impor karena wabah virus korona (covid-19).
 
Data Kementan menunjukkan ekspor SBW ke Hongkong sebanyak 208 ton, Tiongkok di peringkat selanjutnya sebanyak 50 ton. Kemudian disusul Singapura, Vietnam, dan Amerika Serikat dengan masing-masing 11 ton, 8 ton dan 4 ton.
 
"Seluruh direktorat sub sektor pertanian dan unit kerja pendukung menyusun langkah strategis dan antisipasi dalam kerangka Gerakan Tigakali Lipat Ekspor, Gratieks. Alhamdulilah, beberapa komoditas dapat kita pertahankan kinerjanya. Termasuk SWB yang ternyata melesat," ujar Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementan Ali Jamil, dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara nasional, kinerja ekspor komoditas SBW pada Januari membukukan 62,8 ton. Kemudian pada Februari meningkat menjadi 89,7 ton, dan terus melesat pada Maret 2020 mencapai 126 ton.
 
"Sejak akhir Januari, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah menginstruksikan untuk menyiapkan langkah menjaga kinerja ekspor pertanian. Pengalihan negara ekspor selain Tiongkok, koreksi target Gratieks dan juga relaksasi peraturan," kata Ali.
 
Hampir seluruh wilayah di Indonesia kini dapat menghasilkan SBW. Industri hulu hingga hilirnya juga terus bertumbuh. Namun, diperlukan pendampingan, baik dari pemerintah daerah hingga pusat. Kementan sendiri juga telah menyiapkan kredit usaha rakyat (KUR) yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pelaku di sektor pertanian.
 
Dari catatan sertifikasi ekspor SBW di Barantan, pada 2018 2018 berhasil diekspor 1,12 ribu ton, meningkat pada 2019 sebanyak 1,13 ribu ton, dengan harga rata-rata Rp15 juga hingga Rp40 juta per kg. Tergantung negara tujuan dan kualitasnya.
 
Sebagai otoritas karantina yang menjamin pemenuhan kesehafan dan keamanan produk ini, Barantan telah menyiapkan juga perangkat pengujian berupa laboratorium dan SDM yang mumpuni.
 
"Sudah menjadi tugas kami, walau dalam kondisi terbatas akibat pandemi covid-19 seperti sekarang ini, layanan pengujian dan sertifikasi tetap berjalan. Hal ini guna menjamin produk dapat diterima negara tujuan ekspor tepat waktu, dan yang pasti bisa turut menambah devisa negara kita," ujar Jamil.

 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif