Jaringan Hotel Accor di Indonesia Siapkan Fasilitas GeNose 19. Foto: dok Accor.
Jaringan Hotel Accor di Indonesia Siapkan Fasilitas GeNose 19. Foto: dok Accor.

Jaringan Hotel Accor di Indonesia Siapkan Fasilitas GeNose 19

Ekonomi Pariwisata Accor Live Limitless GeNose UGM Industri Hotel
Ade Hapsari Lestarini • 12 Mei 2021 13:58
Jakarta: Hotel-hotel Accor di wilayah Solo, DI Yogyakarta, dan Semarang, mewakili jaringan hotel-hotel Accor di Indonesia menyediakan fasilitas GeNose C19. Hal ini merupakan langkah konkret Accor untuk memperkuat komitmennya pada pemulihan pariwisata.
 
"Segala upaya kami lakukan untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam kebijakannya menjaga sektor pariwisata. Kami antusias untuk mendukung pengenalan GeNose C19, sebuah inovasi yang diharapkan membantu membatasi penyebaran virus covid-19 selanjutnya mendorong pemulihan pariwisata di Indonesia," ungkap Chief Executive Officer, Accor Southeast Asia, Japan and South Korea Garth Simmons, dalam keterangan resminya, Rabu, 12 Mei 2021.
 
Accor saat ini mengoperasikan lebih dari 130 hotel di Indonesia dan berupaya menjadikan setiap hotel jaringannya sebagai tempat yang aman bagi para tamu dengan memperkenalkan dan menerapkan teknologi inovatif untuk membuat perjalanan dan aktivitas lebih efisien dan nyaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Inovasi ini sejalan dengan upaya Accor dalam mengedepankan protokol kesehatan yang pada masa ini menjadi semakin penting, dan selalu memprioritaskan keselamatan tamu, mitra, dan anggota tim, serta di saat bersamaan memberikan dukungan pada gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI)," jelas dia.
 
Menurut dia, fasilitas GeNose yang tersedia di hotel merupakan sinergi yang baik dengan penerapan ALLSAFE, protokol kebersihan dan pencegahan dari global Accor yang dijalankan bersama dengan pedoman CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) yang bersertifikat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
 
"Selain itu, dukungan pada #BanggaBuatanIndonesia #BanggaBerwisataDiIndonesia #DiIndonesiaAja, kami kemas melalui penawaran Rediscover Indonesia yang hadir sepanjang tahun di hotel-hotel kami dengan menggandeng para pelaku UMKM melalui pemanfaatan dan promosi produk dan jasa yang telah dikurasi sehingga turut membantu perekonomian mereka," tambahnya.
 
Rediscover Indonesia melalui empat pilar yakni destinasi, kuliner, seni dan budaya, dan kebugaran menawarkan para tamu pengalaman menginap sambil menikmati pesona seni
dan budaya, kelezatan kuliner Nusantara, keindahan alam destinasi, dan fasilitas yang
menunjang kebugaran.
 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno sebelumnya mengimbau masyarakat untuk tetap optimistis bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pasti akan segera pulih dan bangkit kembali. Salah satu cara untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah dengan menetapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin dalam operasional usaha sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan.
 
Kemenparekraf telah menerbitkan protokol CHSE yang dituangkan dalam berbagai panduan, salah satunya protokol CHSE di hotel yang diharapkan dapat diterapkan secara maksimal oleh para pelaku usaha hotel.
 
"Hasil kreativitas dan inovasi yang patut kita banggakan dan dukung adalah electronic nose covid-19 atau GeNose C19 sebagai alat pendeteksi covid-19 pertama buatan Indonesia berbasis embusan napas karya tim peneliti Universitas Gajah Mada. GeNose tentu mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ke depannya," ujar Sandi.
 
Ketua Konsorsium Produksi GeNose C19 Eko Fajar Nur Prasetyo menyampaikan GeNose C19 adalah pengendus elektronik cepat berbiaya rendah dengan sensitivitas tinggi. Dia menjelaskan, saat pihaknya membuat GeNose, mereka mengusung lima sasaran yaitu alat pendeteksi pengidap covid-19 yang akurat, cepat, aman, biaya rendah, dan skalable.
 
Eko menyampaikan bahwa tantangan saat ini adalah GeNose masih langka karena produksi yang masih terbatas yaitu hanya 2.000 unit per bulan. Namun demikian, pada Juli kemungkinan bisa memproduksi 5.000-10 ribu unit per bulan.
 
"Aplikasi GeNose sebagai alat filtering/skrining yaitu sebagai deteksi dini, mengurangi tekanan ke fasilitas kesehatan dan membuka kegiatan ekonomi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. GeNose cocok untuk mengetahui dan memantau penyebaran covid-19 melalui skrining masif per daerah, fasilitas kesehatan, fasilitas umum, tempat keramain, dan komunitas," tambah Eko.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif