Ilustrasi industri rokok. Foto: Antara/Seno
Ilustrasi industri rokok. Foto: Antara/Seno

AMTI Minta Presiden Pertimbangkan Rencana Kenaikan Cukai Rokok

Ekonomi rokok cukai tembakau
Eko Nordiansyah • 22 Oktober 2020 19:02
Jakarta: Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) menolak dengan tegas kenaikan cukai rokok yang eksesif demi kelangsungan hidup industri hasil tembakau. Seperti diketahui, pemerintah memastikan cukai rokok akan naik tahun depan.
 
"Kami menolak kenaikan cukai yang terlalu tinggi mengingat industri hasil tembakau (IHT) merupakan sumber utama penerimaan cukai negara dan merupakan industri padat karya yang melibatkan jutaan orang dari hulu hingga hilir," kata Ketua AMTI Budidoyo kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
Ia menambahkan situasi IHT tengah terpukul karena pandemi covid-19, ditambah lagi rencana kenaikan cukai 23 persen pada tahun ini. Terlebih produksi dan penjualan rokok tengah menurun, sehingga turut berdampak buruk pada kesejahteraan masyarakat petani tembakau dan cengkih serta pekerja linting rokok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masyarakat tembakau di Indonesia merasakan imbasnya, serapan pembelian tembakau dan cengkih sebagai bahan baku dalam industri rokok dan produksi rokok telah mengalami penurunan yang signifikan," ungkapnya.
 
Untuk itu, AMTI memohon kepada Presiden Jokowi mempertimbangkan kembali rencana kenaikan cukai yang dinilai sangat tinggi. Ia berharap Presiden terketuk pintu hatinya dan dapat berkomunikasi langsung dengan pemangku kepentingan sebelum memutuskan tarif cukai 2021.
 
"Kami sebenarnya mendukung kebijakan cukai yang berimbang dan mempertimbangkan kelangsungan IHT. Kenaikan cukai sebaiknya disesuaikan dengan kenaikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi agar IHT dapat terus bertahan," jelas dia.
 
Seperti diketahui selama ini pemerintah memaksimalkan sumber penerimaan negara dari IHT. Oleh karena itu, pemerintah perlu menjelaskan secara transparan dan rasional alasan di balik kenaikan tarif cukai yang tinggi di saat kinerja IHT anjlok hingga dua digit dan ekonomi sedang sulit.
 
AMTI juga berharap, pemerintah khususnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati agar lebih peduli dan tidak membebani IHT dengan kenaikan cukai yang eksesif. Khususnya untuk sektor sigaret kretek tangan (SKT) demi kelangsungan hidup pekerja linting dan petani tembakau dan cengkih.
 
"Tolong jangan naikkan tarif cukai untuk segmen SKT. Tidak hanya menyerap tenaga kerja, SKT juga menyerap tembakau dan cengkih lebih banyak dibandingkan dengan rokok mesin. Kenaikan cukai pada segmen SKT akan sangat menekan penyerapan komoditi tersebut dan berdampak pada lesunya perekonomian bahkan kemiskinan pada sentra industri tembakau. Perlindungan kepada segmen ini akan membantu perputaran roda ekonomi lokal dan penyokong perekonomian nasional," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif