Ilustrasi Gedung PT Pertamina Persero - - Foto: Setkab
Ilustrasi Gedung PT Pertamina Persero - - Foto: Setkab

Pertamina Kembangkan Bisnis Perluas Layanan Energi

Ekonomi BUMN pertamina
Suci Sedya Utami • 30 Oktober 2020 12:00
Jakarta: PT Pertamina (Persero) mengembangkan inovasi bisnis untuk memperluas dan memperkuat pelayanan energi bagi masyarakat. Perluasan tersebut dilakukan perseroan melalui empat program utama yakni program Layanan Pesan Antar (Pertamina Delivery Service/PDS dan Pertamina Lubricant Home Service/PLHS), program Pertamina Shop (Pertashop), program BBM satu harga, dan program digitalisasi SPBU.
 
Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan dari keempat program tersebut, terdapat dua program penugasan untuk menjangkau masyarakat hingga pedesaan dan wilayah 3T, dan dua program lainnya untuk memperkuat dan memudahkan pelayanan kepada pelanggan.
 
Di era pandemi covid-19, Pertamina memperkuat program PDS yang saat ini telah melayani penjualan BBM dari 234 SPBU, Bright Gas di 576 Agen LPG dan telah menjangkau 5.930 kecamatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Program PDS dimulai sejak Agustus 2019, namun layanan meningkat tajam sejak kebijakan pembatasan sosial berskala besar di berbagai wilayah. Kami ingin selalu memberikan layanan terbaik dengan mengantarkan kebutuhan BBM dan Bright Gas langsung ke rumah pelanggan serta layanan antar khusus Pelumas yang bekerja sama dengan bengkel," kata Fajriyah dalam keterangan resmi, Jumat, 30 Oktober 2020.
 
Untuk mendekatkan akses layanan produk kepada pelanggan, kata Fajriyah, Pertamina juga terus mengembangkan jumlah outlet BBM, LPG, dan Pelumas melalui Program Pertashop. Hingga minggu ketiga Oktober 2020, jumlah Pertashop yang statusnya siap dan sudah beroperasi mencapai 786 outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
 
Pertamina juga tetap melanjutkan program BBM Satu Harga sebagai upaya memperluas jangkauan distribusi BBM hingga wilayah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T). Sepanjang 2020, Pertamina telah mengoperasikan pembangunan BBM satu harga di 21 titik.
Ke-21 titik tersebut tersebar di Sulawesi Tengah (dua titik), Sulawesi Selatan (dua titik), Kalimantan Barat (satu titik), Maluku & Maluku Utara (tiga titik), Kalimantan Selatan (dua titik), Sumatra Utara (satu titik), Sumatera Selatan (tiga titik), Lampung (tiga titik) NTB (satu titik) dan Papua (tiga titik). Saat ini 62 titik sedang dalam proses pembangunan. Sehingga target 83 titik dapat terbangun pada akhir tahun. Sementara hingga 2024, sesuai roadmap, Pertamina menargetkan pembangunan BBM satu harga mencapai 500 titik.
 
Fajriyah menambahkan dalam rangka menjalankan peran dalam menyalurkan BBM jenis subsidi dan penugasan, Pertamina mengupayakan program digitalisasi SPBU dengan total 5518 SPBU telah memasuki proses integrasi.
 
“Namun yang datanya telah masuk dalam sistem dashboard SPBU sudah mencapai 5.179 SPBU atau sebesar 95 persen dan sudah mulai bisa dimonitor. Kami optimistis di akhir tahun ini seluruh SPBU sudah terdigitalisasi,” pungkas Fajriyah.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif